Kesehatan
Ini Tips agar Buah Hati Memiliki IQ Tinggi dari Dokter Spesialis Anak Efrianty
Ini Tips agar Buah Hati Memiliki IQ Tinggi dari Dokter Spesialis Anak Efrianty
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: dodi hasanuddin
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Tiap orang tua tentu mendambakan buah hatinya tumbuh sehat dan mengalami perkembangan yang baik.
Namun, tahukah Anda, apa saja yang harus dilakukan orangtua agar anaknya kelak memiliki Intelligence Quotient (IQ) tinggi?
Baca juga: Deteksi Depresi hingga Anxiety, CKG Sekolah Sediakan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Jiwa
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, TribunnewsDepok.com telah melakukan wawancara kepada Dokter Spesialis Anak, Efrianty.
Menurut Efrianty, zat besi sangat dibutuhkan anak-anak untuk membantu perkembangan otak dan mencegah anemia.
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Sekolah Resmi Diluncurkan, Kemenkes Targetkan 53 Juta Siswa
Jika anak kekurangan zat besi, maka tak hanya berpengaruh bagi tumbuh kembangnya saja, tapi juga sisi kognitif atau kecerdasannya terganggu.
“Jadi ketika dia zat besinya kurang, maka yang ditakutkan adalah anak akan mengalami gangguan tumbuh kembang seperti gangguan motorik, bahasa juga akan mengganggu kognitif seperti perkembangan akademik yang kurang, konsentrasi, emosional, seperti itu,” kata Efrianty, Sabtu (16/8/2025).
Makanan Sumber Zat Besi
Lantas, makanan apa saja yang kaya akan zat besi. Dokter Spesialis Anak di RSU Andhika itu membagi makanan sumber zat besi dalam dua kategori, hewani dan nabati.
Zat besi hewani dapat diperoleh dari daging merah, seperti daging sapi dan kambing. Selain itu, makanan tinggi zat besi dapat diperoleh dari sumber makanan laut.
Kemudian juga dari makan-makanan seperti seafood atau dari laut itu seperti kerang, kemudian ikan-ikanan seperti ikan tuna, dan ikan salmon.
Baca juga: Melihat Rumah Kreatif Anak Istimewa di Depok, Ada Layanan Kesehatan hingga Pelatihan Keterampilan
Sedangkan, zat besi yang bersumber dari tumbuhan dapat diperoleh dengan mengkonsumsi kacang-kacangan.
Seperti kacang merah, kemudian kacang hijau, produk-produk kedelai seperti tahu dan tempe.
“Kemudian ada buah-buahan seperti pepaya, ada buah kurma, itu juga tinggi untuk zat besinya,” sambungnya.
Cara Konsumsi Zat Besi
Untuk mengkonsumsi zat besi, orangtua harus memperhatikan kemampuan anaknya masing-masing.
| APINDO, Brawijaya Hospital Depok dan BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Perlindungan Pekerja |
|
|---|
| JKN PBI Dinonaktifkan, Kantor BPJS Kesehatan Depok Membeludak, Pasien Cuci Darah Kebingungan |
|
|---|
| Burnout Perawat dan Ancaman Terhadap Keselamatan Pasien |
|
|---|
| Kanker Serviks: Luka Sunyi Perempuan Indonesia, HerLens dan AI: Mengubah Keraguan Menjadi Kepastian |
|
|---|
| Penggunaan AI yang Etis dalam Praktik Keperawatan: Memastikan Perlindungan Pasien di Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Dokter-Spesialis-Anak-Efrianty.jpg)