Banjir Bandang Puncak
Santri di Megamendung Bogor yang Tertimpa Longsor Ternyata Sedang Siapkan Makanan Buka Puasa
Endang Supardi, Ketua RT 01/RW 04 Rawa Sedek, mengatakan korban sedang memasak di dapur saat peristiwa nahas itu terjadi.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MEGAMENDUNG - Mumahamad Resa (22) menjadi korban saat banjir dan tanah longsor menerjang Pondok Pesantren Al Barosi di Kampung Rawa Sedek, RT 01/RW 04 Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (5/7/2025) malam.
Pemuda asal Kampung Baros, Desa Sukataria, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, ini tertimbun material longsor hingga meregang nyawa.
Endang Supardi, Ketua RT 01/RW 04 Rawa Sedek, mengatakan korban sedang memasak di dapur saat peristiwa nahas itu terjadi.
"Warga yang tertimbun longsor dua orang santri. Saat kejadian, mereka berada di dapur menyiapkan makanan berbuka puasa," kata Endang di Megamendung, Senin (7/7/2025).
Baca juga: BREAKING NEWS, Banjir Bandang Landa Kawasan Puncak Bogor, Satu Warga Tewas, Dua Orang Hilang
Dia menjelaskan Resa tidak sempat menyelamatkan diri saat air menerjang dapur tempat mereka masak sehingga menyebabkan longsor.
"Korban yang satu, Suhendar (22), bisa menyelamatkan diri dengan melompat. Dia hanya luka-luka. Sementara Resa tidak sempat lompat sehingga tertimbun longsor dan meninggal dunia," papar Endang.
Ketua DKM Masjid Al Barokah, Cecep, menambahkan para santri sedang melakukan Puasa Tasua pada 9 Muharram saat peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (5/7/2025) sore.
"Korban saat itu sedang berada di dapur bersama santri lainnya, Suhendar (22), untuk menyiapkan buka puasa," jelasnya.
Baca juga: Cerita Warga Saat Terjadi Longsor dan Banjir di Puncak Bogor yang Mengakibatkan Santri Tertimbun
Tiba-tiba air dalam jumlah besar masuk ke dalam dapur dan membuat kedua santri itu terlempar ke tempat yang berbeda.
"Suhendar terlempar ke pintu dan berhasil keluar dari dapur. Sedangkan Muhammad Resa terlempar ke sebelah kanan dapur dan mengenai tangga sehingga tidak sadarkan diri," ungkapnya.
Pria yang biasa disapa Kiai Encep itu menuturkan air yang cukup deras ini menyebabkan terjadinya tanah longsor sehingga menimbun Resa.
"Upaya evakuasi baru berhasil dilakukan setelah Tim SAR tiba. Evakuasi baru selesai pada Minggu (6/7/2025) pukul 01.30 WIB," bebernya.
Baca juga: Tim SAR Lanjutkan Pencarian Seorang Pemancing yang Hilang Tertimbun Longsor di Megamendung Bogor
Setelah diangkat dari tumpukan material, Resa langsung dibawa ke kampung halamannya di Cianjur untuk dimakamkan.
Sedangkan Suhendar yang mengalami luka ringan langsung ditangani oleh tim medis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Endang-Supardi-Ketua-RT-01RW-04-Kampung-Rawa-Sedek-Desa-Megamendung.jpg)