Sabtu, 2 Mei 2026

Banjir Bandang Puncak

Cerita Warga Saat Terjadi Longsor dan Banjir di Puncak Bogor yang Mengakibatkan Santri Tertimbun

Berdasarkan keterangan sementara dari warga, bencana longsor terjadi ketika korban tengah beraktivitas saat hujan deras.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
BPBD Kabupaten Bogor
BANJIR BANDANG - Bencana banjir bandang melanda kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (6/7/2025). Bencana ini menyebabkan satu orang meninggal dunia di Kecamatan Megamendung. Foto: BPBD Kabupaten Bogor. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MEGAMENDUNG - Hujan deras sejak Sabtu sore menyebabkan banjir dan longsor di tujuh desa yang tersebar di dua kecamatan di Puncak, yakni di Kecamatan Megamendung dan Cisarua.

Banjir bandang ini menerjang kawasan Pondok Pesantren Al Barokah, Kampung Rawa Sedek, RT 01/04, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, pada Sabtu (5/7/2025).

Seorang santri dilaporkan tertimbun longsor usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin mengatakan berdasarkan keterangan sementara dari warga, bencana longsor terjadi ketika korban tengah beraktivitas saat hujan deras.

"Kalau cerita warga, korban sedang beraktivitas saat hujan deras, namun kemudian terjadi longsor," ujarnya.

BANJIR BANDANG - Bencana banjir bandang melanda di Kampung Rawasedek RT 01/04  
Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (6/7/2025). Bencana ini menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Foto: BPBD Kabupaten Bogor.
BANJIR BANDANG - Bencana banjir bandang melanda di Kampung Rawasedek RT 01/04 Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (6/7/2025). Bencana ini menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Foto: BPBD Kabupaten Bogor. (BPBD Kabupaten Bogor)

Hingga tengah malam, upaya pencarian terkendala kondisi cuaca dan medan yang sulit. 

Hujan masih turun di lokasi, listrik padam, dan akses menuju titik longsor cukup sulit dilalui atau berbahaya.

Selain itu, sinyal atau jaringan komunikasi di lapangan juga tidak stabil.

"Cuaca masih hujan dan gelap karena mati lampu, petugas di lapangan juga kesulitan sinyal. Kemungkinan besar pencarian akan dilanjutkan besok pagi, karena SOP kami tidak memungkinkan evakuasi malam hari dalam kondisi seperti ini membahayakan petugas,” katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS, Banjir Bandang Landa Kawasan Puncak Bogor, Satu Warga Tewas, Dua Orang Hilang

Meski identitas lengkap korban belum diperoleh, Jalal memastikan bahwa informasi mengenai korban tertimbun telah terverifikasi.

Kata Jalaluddin santri itu merupakan salah satu dari dua orang yang tertimbun saat hujan deras melanda kawasan Puncak sejak Sabtu sore hingga malam hari.

Satu korban berhasil selamat, sementara satu lainnya masih dalam pencarian hingga malam hari.

"Awalnya, dua orang tertimbun longsor. Alhamdulillah satu berhasil diselamatkan, satu lagi (santri) masih tertimbun dan dalam proses pencarian," kata Jalal sewaktu dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Korban yang masih tertimbun diketahui merupakan seorang santri berusia sekitar 17-20 tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved