Kabupaten Bogor
SDN Cipayung 1 Diterjang Banjir, Bupati Bogor Segera Evaluasi Pengembang Perumahan di Cibinong
Banjir yang merusak pagar belakang sekolah ini diduga terjadi sebagai akibat aktivitas pembersihan lahan dari salah satu pengembang perumahan.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG – Sekolah Dasar (SD) Negeri Cipayung 1 di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diterjang banjir pada Jumat (2/5/2025).
Banjir yang terjadi saat hujan deras ini merupakan kejadian berulang yang telah terjadi empat kali.
Air tidak hanya merendam lapangan, tetapi juga masuk ke ruang-ruang kelas sehingga mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Banjir yang merusak pagar belakang sekolah dan sejumlah fasilitas pendidikan lainnya ini diduga terjadi sebagai akibat aktivitas pembersihan lahan dari salah satu pengembang perumahan.
Terkait hal itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meninjau langsung kondisi SDN Cipayung 1 pada Senin (5/5/2025).
Baca juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Sambut Baik Perluasan Rute TransJakarta ke Bogor
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk tanggap cepat Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal dan aman.
“Alhamdulillah, per hari ini kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal," kata Rudy di Cibinong, Senin (5/5/2025).
Dia menjelaskan banjir ini merupakan dampak dari pembangunan perumahan di sekitar sekolah.
"Hari ini kami hadir bersama DPRD Komisi 3 Kabupaten Bogor dan perangkat daerah terkait, untuk melakukan musyawarah dan evaluasi bersama pihak pengembang,” ujarnya.
Baca juga: Penanganan Banjir Terkendala Pembebasan Lahan, Normalisasi Kali Cileungsi-Cikeas Butuh Rp 800 Miliar
Dalam kunjungannya, Bupati Bogor memastikan bahwa perbaikan infrastruktur yang rusak sedang dikebut agar tidak mengganggu proses pembelajaran.
"Tidak hanya pagar yang diperbaiki, namun juga fasilitas pendukung lainnya seperti toilet dan ruang belajar," papar Rudy.
Dia meminta pembangunan dilakukan lembur agar tidak mengganggu proses belajar.
"Ini adalah komitmen bersama agar tidak hanya memperbaiki kerusakan, tapi juga meningkatkan kualitas sarana pendidikan,” tambah Rudy.
Dia meminta agar pembangunan di sekitar sekolah, terutama perumahan, harus mematuhi ketentuan teknis dalam hal sistem drainase dan pengelolaan lingkungan.
Baca juga: Viral, Beredar Surat Permohonan Santunan Rp 500 Ribu per KK untuk Lebaran Yatim di Pengasinan Depok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Bupati-Bogor-Rudy-Susmanto-kedua-dari-kiri-meninjau-kondisi-SDN-Cipayung-1.jpg)