Jumat, 8 Mei 2026

Kabupaten Bogor

Penanganan Banjir Terkendala Pembebasan Lahan, Normalisasi Kali Cileungsi-Cikeas Butuh Rp 800 Miliar

Pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas menjadi kendala utama dalam penanganan banjir tersebut.

Tayang:
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
BANJIR BOJONGKULUR - Warga bersama petugas BPBD Kabupaten Bogor membersihkan lumpur sisa banjir di Vila Nusa Indah, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, pada Selasa (11/3/2025). B anjir akibat luapan Kali Cileungsi dan Cikeas ini merendam ribuan rumah di Desa Bojongkulur dan Pondok Gede Bekasi. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Penanganan banjir yang kerap melanda kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri terkendala pembebasan lahan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, di Cibinong, Senin (5/5/2025).

"Pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas menjadi kendala utama dalam penanganan banjir tersebut," kata Ajat.

Dia menambahkan penanganan banjir di Sungai Cileungsi dan Cikeas telah dirancang oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), termasuk normalisasi, pelebaran sungai, dan pembangunan polder.

Baca juga: Desa Wisata Bojongkulur Ingin Ubah Bencana Jadi Berkah, Gelar Festival Budaya Susur Sungai Cikeas

"Harapannya pembebasan lahan menjadi kosering. Kementerian PU sudah menganalisis larapnya (Land Acquisition and Resettlement Action Plan/Rencana Pengadaan Tanah dan Pemukiman Kembali)," ujarnya.

Sekda Ajat juga menyebutkan bahwa Pemkab Bogor telah mengeluarkan surat tanggap darurat transisi dan pemulihan pada Maret lalu sehingga penanganan banjir dapat segera dilakukan.

"Kita berharap bahwa penanganan banjir dapat segera dilakukan. Pemkab Bogor siap untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan banjir tersebut," papar Ajat.

Di sisi lain, pembangunan kolam retensi air juga menjadi prioritas dalam penanganan banjir di hilir Sungai Cileungsi dan Cikeas

Hal itu dianggap mampu untuk mengendalikan aliran air dari hulu ke hilir di perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kota Bekasi.

Baca juga: Rudy Susmanto Minta Lumpur Sisa Banjir di Bojongkulur Bogor Bersih dalam Lima Hari

"Pasti kita mewajibkan kolam retensi karena konsepnya zero run off ya, jadi tidak ada yang terbuang, tinggal penerapan di lapangan harus diperketat. Itu yang pertama kita lakukan," tegas Ajat.

Saat ini Pemkab Bogor melakukan inventarisasi lahan milik pemerintah di sepanjang Sungai Cileungsi dan Cikeas untuk kebutuhan normalisasi sungai.

Perwakilan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Muji Lestari, menjelaskan Bupati Bogor Rudy Susmanto telah menginstruksikan jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menginventarisir lahan Pemkab Bogor di sempadan Sungai Cileungsi dan Cikeas.

"Penggunaan aset daerah untuk normalisasi sungai ini demi menekan biaya pembebasan lahan dan percepatan normalisasi, sehingga permukaan sungai dapat mengimbangi debit air ketika kondisi hujan lebat," uvapnya.

Baca juga: Kawasan Puncak Dilanda Banjir Bandang, Ini Kata Pakar Perencanaan Wilayah IPB

Biaya pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Cileungsi dan Cikeas diperkirakan sekitar Rp370 miliar untuk wilayah Kabupaten Bogor.

Sementara total pembebasan lahan untuk dua wilayah (Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi) mencapai sekitar Rp700-800 miliar.

"Timeline dari pemerintah pusat itu, Desember 2025 inventarisirnya sudah selesai. Khusus di wilayah Kabupaten Bogor, normalisasi sungai dilakukan di dua desa Kecamatan Gunungputri, yakni Bojongkulur dan Ciangsana," tandas Muji.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved