Kriminalitas

Fakta Cucu di Karawang Rampok Sang Nenek Emot Lalu Dibunuh, Ditangkap di Purwakarta, Ini Motifnya

Fakta Cucu di Karawang Rampok Sang Nenek Emot Lalu Dibunuh, Ditangkap di Purwakarta, Ini Motifnya

Editor: dodi hasanuddin
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
CUCU BUNUH NENEK - Polres Karawang menangkap SP yang tega membunuh saat merampok neneknya yang disapa Nenek Emot. Dia ditangkap bersama rekannya. 

Laporan Wartawan TribunBekasi.com, Muhammad Azzam

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG - Tak tahu balas budi. Ungkapan inilah pantas diberikan kepada SP.

Sebab, dia tega merampok dan membunuh neneknya yang kerap dipanggil Nenek Emot.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Pasirpogor, Desa Kiarapayung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 29 April 2025 sekira pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Wanita Muda di Sukaraja Bogor Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Pembunuhan

SP dan seorang rekannya akhirnya ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskirm) Polres Karawang.

"Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian, pelaku berhasil kami amankan di daerah Sukatani, Kabupaten  Purwakarta," ujar Kapolres Karawang, AKBP Fiki Ardiansyah saat menggelar konferensi pers terkait hal itu, Jumat (1/5/2025) sore.

AKBP Fiki Ardiansyah pun menyampaikan fakta-fakta sang cucu membunuh sang nenek Emot.

Kakek Salat Dzuhur

Dari hasil penyidikan petugas, lanjut AKBP Fiki, saat kejadian sang kakek yang merupakan suami korban sedang menunaikan salat dzuhur di masjid.

Praktis di rumah hanya ada sang nenek sendiri. Situasi itulah yang dimanfaatkan tersangka cucunya, SP.

Baca juga: Gasak Rp 11,7 Juta, Eksekutor Perampokan dan Pembunuhan Lansia di Bekasi Dapat Bagian Rp 4,5 Juta

Dengan berbekal senjata tajam, SP masuk melalui pintu depan yang tidak terkunci. 

Pelaku melihat neneknya tengah berada di kamar. Lantaran tak curiga, kedatangan SP pun disambutnya.

Namun, kenyataannya SP memaksa agar sang nenek menyerahkan perhiasan emas yang dikenakannya. Perhiasan emas itu beratnya 100 gram.

Saat berusaha melucuti perhiasaan emas tersebut, sang nenek berontak.

Hal itu membuat sang cucu panik dan gelap mata. SP kemudian menusuk neneknya berkali-kali hingga bersimbah darah dan berdaya.

Usai mengambil perhiasan neneknya seberat 100 gram, SP pun kabur bersama rekannya SY dengan motor Honda Scoopy.

"Sang cucu merekayasa seolah-olah ini tewasnya sang nenek akibat perampokan," tutur AKBP Fiki.

Kabur ke Purwakarta

Seorang cucu lainnya datang ke rumah Nenek Emot. Sang cucu tersebut menemukan neneknya bersimbah darah dan dalam kondisi lemah.

Cucu tersebut berteriak minta tolong, sehingga tetangga berdatangan. Cucunya juga tersebut menanyakan peristiwa yang terjadi sesunggungnya.

Baca juga: Dipecat Tidak Hormat atas Kasus Pemerasan Tersangka Pembunuhan Remaja Putri, AKBP Bintoro Melawan

Sang nenek pun menyebutkan bahwa pelakunya adalah SP.

Saat itu juga korban segera dilarikan ke Puskesmas Klari. Namun nyawanya tidak tertolong akibat banyak darah yang ke luar dari luka di bagian leher dan perut.

Perhiasan Emas Nenek Dijual

AKBP Fiki Ardiansyah menyebutkan bahwa SP kemudian menyuruh rekannya NY untuk menjual perhiasan emas neneknya seberat 100 gram.

Setelah itu mereka pun kabur ke Purwakarta.

"Para pelaku telah menjual emas hasil jarahannya. Motivasi perampokan itu adalah faktor ekonomi," katanya.

Selain menangkap pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor scoopy warna merah marun dan surat pembelian emas seberat 100 gram yang masih ada di rumah korban.

Atas perbuatannya, ke dua tersangka dikenai pasal berlapis yakni Pasal 340, 339, 338 dan 365 KHUPidana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. (MAZ)

Sumber: Tribun bekasi
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved