Sabtu, 25 April 2026

Berita Bekasi

Dukung Band Sukatani, Kelompok Pemuda di Cikarang Gelar Aksi Solidaritas

Alfiansyah mengatakan bahwa gerakan ini adalah sebagai bentuk kritik terhadap negara yang semakin ugal-ugalan pembungkaman karya seni.

Editor: murtopo
Tribun Bekasi/Muhammad Azzam
SOLIDARITAS UNTUK BAND SUKATANI - Kelompok pemuda di Cikarang, Kabupaten Bekasi gelar aksi solidaritas untuk mendukung band Sukatani atas lagu Bayar Bayar Bayar yang disoal di jalan Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (22/02/2025). (Tribun Bekasi/Muhammad Azzam) 

Saat dikonfirmasi, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim pun membenarkan unggahan tersebut.

"Benar," ujar Abdul Karim, kepada Warta Kota, dikutip Sabtu (22/2/2025).

Namun, ia tak menjelaskan secara rinci ada berapa anggota Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah yang diperiksa.

Adapun pemeriksaan ini dilakukan untuk menjaga transparansi serta akuntabilitas di tubuh Korps Bhayangkara.

"Untuk memastikan profesionalisme dalam penanganan kasus ini, Biropaminal Divpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota Ditressiber Polda Jateng guna mengklarifikasi permasalahan tersebut," demikian unggahan akun itu.

"Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam tubuh Polri," sambungnya.

Polri berkomitmen untuk terus mendengarkan masukan dari masyarakat dan berupaya memperbaiki diri demi memberikan pelayanan yang lebih baik.

"Terkait dengan perbincangan hangat mengenai band Sukatani dan lagu "Bayar Bayar Bayar", kami ingin menegaskan bahwa Polri selalu terbuka terhadap kritik yang membangun," tutur dia.

"Kami memahami pentingnya kebebasan berekspresi dalam masyarakat demokratis," sambungnya.

Sebelumnya, terkuak awal mula band Sukatani meminta maaf kepada jajaran Polri atas lagu berjudul Bayar Bayar Bayar yang viral di media sosial.

Tak hanya memberikan klarifikasi, band indie punk itu menghapus lagu tersebut dari berbagai platform digital musik.

Hal ini kemudian memicu kontroversi di kalangan publik lantaran dianggap sebagai bentuk pembungkaman terhadap karya seni oleh aparat penegak hukum.

Rupanya, sebelum video itu diunggah, dua personel band Sukatani, yakni Muhammad Syifa Al Lutfi dan Novi Citra, sempat didatangi oleh dua anggota Direktorat Reserse Siber (Ditsiber) Polda Jawa Tengah.

Kedua penyidik Ditsiber Polda Jateng itu datang pada Kamis (20/2/2025).

Kedatangan mereka bermaksud untuk melakukan klarifikasi terhadap dua personel band dengan nama panggung Alectroguy dan Twister Angel ini.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved