Senin, 8 Juni 2026

Berita Bekasi

Heboh Pagar Laut di Perairan Bekasi, Ternyata Persiapan Pembanguan Kawasan Industri Perikanan

Pembangunan alur pelabuhan ini merupakan tindak lanjut dari adanya perjanjian kerjasama antara pihak Pemprov Jawa Barat dengan perusahaan PT TRPN.

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: murtopo
TribunBekasi.com/Rendy Rutama Putra
Pagar bambu dengan ukuran panjang dua kilometer dan lebar 70 meter berdiri di perairan pesisir laut pantai Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (14/1/2025). 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TARUMAJAYA - Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem DKP Jawa Barat, Ahman Kurniawan mengungkapkan bahwa pagar bambu dengan ukuran panjang dua kilometer dan lebar 70 meter berdiri di perairan pesisir laut pantau Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi merupakan persiapan pembangunan kawasan industri perikanan.

Ahman Kurniawan mengatakan panjang pagar bambu itu ditargetikan akan berdiri hingga lima kilometer di luas lebih kurang 50 hektare.

Proyek tersebut rupanya melibatkan sejumlah pihak, baik negeri maupun swasta.

“50 hektare ini merupakan sumbangsih dari dua perusahaan, PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara atau TRPN, dan PT Mega Agung Nusantara (MAN), jadi sebelah kiri alur ini dimiliki oleh Dinas Ruang, TRPN dan sebelah kanannya dimiliki oleh PT MAN,” kata Ahman saat ditemui di lokasi, Selasa (14/1/2025).

Baca juga: Heboh Pagar Laut di Tarumajaya Bekasi, DPRD Kabupaten Bekasi: untuk Pelabuhan Ikan

Ahman menjelaskan pagar bambu yang terletak persis di perairan Pal Jaya itu bertujuan untuk pembangunan alur pelabuhan.

Pembangunan alur pelabuhan ini merupakan tindak lanjut dari adanya perjanjian kerjasama antara pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dengan perusahaan PT TRPN.

“Dalam perjanjian kerjasamanya itu, pihak TRPN menyanggupi di dalam penataan kawasan pelabuhan perikanan, yaitu di Satuan Pelayanan Pangkalan Pendaratan Ikan atau PPI Pal Jaya, Desa Segarajaya,” jelasnya.

Berdasarkan kerjasama itu, Ahman menuturkan masing-masing pihak yang terlibat kemudian melaksanakan isi perjanjian dengan satu diantaranya adalah penataan kawasan, termasuk pembangunan alur pelabuhan PPI Paljaya ini. 

Usai adanya kesepakatan tersebut, masing-masing kepentingan kemudian dapat memprosesnya. 

“Kami dari DKP Jabar memiliki visi untuk penataan kawasan pelabuhannya, sementara dari pihak swasta pengembang atau investor dengan tujuan bisnisnya bisa berjalan berdampingan,” tuturnya.

Baca juga: Sama dengan Tangerang, di Bekasi Juga Terdapat Pagar Laut, Begini Penjelasan DPRD Kabupaten

Ahman menilai alur tersebut penting karena untuk memudahkan keluar masuknya nelayan dari laut lepas menuju Pangkalan Pendaratan (PP) untuk melakukan bongkar muat hasil tangkapan ikannya. 

Lalu di bagian darat akan dibuat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) bagi nelayan dan akan terpusat.

“Kawasan Bekasi Utara ini ke depan akan menjadi kawasan industri perikanan, ketika nelayan umpamanya tidak memiliki alurnya, kami siapkan dari sekarang,” lugasnya

Ahman mengungkapkan kerjasama antara pihak terlibat akan berlangsung lima tahun atau hingga 2028.

Sumber: Tribun bekasi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved