Pencabulan Anak
Ayah dan Anak Pemilik Ponpes di Bekasi Diduga Cabuli Santriwati, Warga Langsung Geruduk
Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat lima orang santriwati mengaku mendapatkan perlakuan pelecehan seksual dari oknum guru dan pemilik ponpes
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI - Video sejumlah warga geruduk pondok pesantren di Desa Karangmukti Kecamatan Karangbahagia Kabupaten Bekasi viral di media sosial pada Jumat (27/9/2024) malam.
Dari video itu terlihat sejumlah warga mengamuk dan mengepung area depan ponpes tersebut.
Diduga aksi itu dilakukan karena geram ada sejumlah santriwati menjadi korban pelecehan oknum guru di ponpes tersebut.
Warga berteriak agar terduga pelaku keluar dan hendak menerobos masuk ke area dalam. Beruntung, terlihat kepolisian datang dan menenangkan warga.
Baca juga: Merasa Benar, Chikita Meidy Laporkan Balik Sahabatnya Gara-gara Hal Ini
Wakasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Widodo membenarkan kejadian pada video viral tersebut.
"Betul, kami juga langsung ke lokasi lakukan penanganan," kata Widodo saat dikonfirmasi pada Sabtu (28/9/2024).
Dia menjelaskan, pihaknya juga mengamankan sejumlah orang dari ponpes tersebut.
Orang yang diamankan itu yang memicu amuk warga karena diduga melakukan tindakan pelecehan seksual.
Baca juga: Sempat Alami Kendala Operasional, Aktivitas Pembuangan Sampah di TPA Cipayung Depok Kembali Normal
“Betul, saat ini sudah diamankan,” katanya.
Namun, Kompol Widodo belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan pelecehan seksual tersebut. Saat ini, penyidik masih mendalami kasus ini.
Secara terpisah, Kepala Desa Karangmukti, Sumardi, mengungkapkan bahwa beberapa orangtua santriwati dari pondok pesantren tersebut, telah meminta bantuan perlindungan hukum terkait kasus yang dialami.
Baca juga: Kerangka Manusia yang Ditemukan Warga Desa Nambo Klapanunggal Kabupaten Bogor Diperkirakan Lansia
Pihaknya telah mengarahkan para orangtua yang merasa anaknya menjadi korban pelecehan seksual untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian.
“Yang pertama bahwa mereka itu bertanya bagaimana tindakan masalah hukumnya, bagaimana pertanggung jawabannya. Ya memang pengakuan dari korban sudah jelas, maka kami hanya menyarankan itu adalah bagian perlindungan perempuan dan anak yang ada di Polres Kabupaten Bekasi,” kata Sumardi.
“Mereka langsung berangkat ke Polres ke bagian PPA, langsung menyampaikan laporan dan visum,” kata Sumardi.
Baca juga: Modus Ajak Kencan, Dua Wanita di Subang Bikin Teler Korbannya Pakai Racun Tikus Sebelum Rampas Motor
Berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat lima orang santriwati mengaku mendapatkan perlakuan pelecehan seksual dari oknum guru dan pemilik ponpes yang merupakan ayah dan anak.
| Merasa Benar, Chikita Meidy Laporkan Balik Sahabatnya Gara-gara Hal Ini |
|
|---|
| UI Mempercepat Transformasi Pendidikan di Kenya, Usulkan Program Pertukaran Pelajar |
|
|---|
| Rebutan Pacar, Pria di Ciampea Bogor Jadi Korban Pembacokan Teman Sekampung |
|
|---|
| Modus Ajak Kencan, Dua Wanita di Subang Bikin Teler Korbannya Pakai Racun Tikus Sebelum Rampas Motor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/geruduk-pondok-pesantren-di-Desa-Karangmukti.jpg)