Jumat, 17 April 2026

Pengmas UI

Akademisi UI Ungkap Kunci Sukses Budidaya Lebah Penghasil Madu Terbaik

Dr. Muhamad Sahlan, Akademisi UI ungkap kunci sukses budaya lebah penghasil madu terbaik. Bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. 

Editor: dodi hasanuddin
Humas dan KIP UI
Akademisi UI Ungkap Kunci Sukses Budidaya Lebah Penghasil Madu Terbaik 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Dr. Muhamad Sahlan, pengajar di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT), Universitas Indonesia (UI), merupakan tokoh yang selama ini gencar melakukan upaya penggalakan budidaya lebah di tanah air agar menghasilkan madu terbaik.

Ia pernah mengembangkan propolis asli Indonesia yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat atau lebah trigona (tetragonula biroi aff), sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Sebagai pengajar, ia rajin turun ke masyarakat untuk berbagi pengetahuan terutama tentang cara membudidayakan lebah secara maksimal, seperti yang belum lama ini dilakukannya. 

Baca juga: Warga Sasakpanjang Bogor Bikin Teh Herbal dari Rosela, UI Beri Edukasi dan Pendampingan Sertifikasi

Pada kegiatan tersebut, FT UI bekerja sama dengan Asosiasi Perlebahan Indonesia DKI Jakarta dan Talentani,
menyelenggarakan acara bertema "Strategi Sukses Bisnis Budidaya Lebah dan Produk Turunannya".

Sahlan dan tim yang terdiri dari Dr. Safira Candra Asih, Dr. Apriliana Cahya Khayrani, dan Dr. Kenny Lischer memberikan materi edukatif dan pelatihan praktis mengenai budidaya lebah dan produk turunannya.

Narasumber yang dihadirkan merupakan ahli di bidang perlebahan, antara lain Akso Diana, S.Pt, M.Si dari Kementerian Pertanian yang membahas teori budidaya lebah madu.

Menurut Akso Diana, usaha budidaya lebah dan madu sangat potensial dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. 

Baca juga: Aplikasi Perixa Batin untuk Atasi Kesehatan Mental Gen Z Ditemukan Fakultas Ilmu Keperawatan UI

Terlebih lagi jika usaha tersebut diintegrasikan dengan eduwisata alam dan memiliki sistem pengolahan yang lebih modern, tentunya akan lebih memiliki value dan meningkatkan penjualan.

Akso memaparkan bahwa mengintegrasikan usaha budidaya lebah dengan eduwisata perlu siteplan yang
memadai.

Selain itu perlu memperhatikan ketersediaan pakan lebah dengan tanaman yang berbunga sepanjang waktu sekaligus memiliki nilai estetik.

"Ini akan menarik minat pengunjung seperti bunga xantos, air mata pengantin, bunga matahari dan lainnya. Apalagi jika dilengkapi dengan perlengkapan panen dan pasca panen madu yang modern, maka dapat mempertahankan hasil panen madu agar tetap terjaga kualitasnya," katanya.

Lebah Perbaiki Kualitas dan Kuantitas Buah

Dalam kesempatan itu, staf pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Dr. Rambat Lupiyoadi yang
menjelaskan tentang perancangan dan pembangunan model bisnis lebah madu yang berkelanjutan untuk
mendukung pertumbuhan bisnis perlebahan.

Ia juga memberikan rekomendasi bahwa kegiatan perlebahan dapat menjadi salah satu alternatif usaha yang menjanjikan karena dari aspek lingkungan dapat menguntungkan tanaman sekitar.

Baca juga: Mantan Menperin Saleh Husin Raih Doktor di SKSG UI, Diwisuda dengan Predikat Summa Cum Laude

Ia menyampaikan bahwa dari hasil riset menunjukkan dengan adanya lebah dapat memperbaiki kualitas dan
kuantitas buah.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved