Kriminalitas
Dalami Keterangan Saksi dan CCTV, Polres Jakut Terus Cari Tersangka Lain di Kasus Mahasiswa STIP
Meski masih menunggu apakah ada tersangka lain, lanjut Gidion, pihaknya bakal kembali gelar perkara dengan melibatkan saksi ahli.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANJUNG PRIOK - Polres Metro Jakarta Utara melakukan penyidikan secara hati-hati terhadap kasus kematian mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) berinisial P.
P diketahui meninggal dunia usai dipukul sebanyak lima kali oleh seniornya bernama Tegar di dalam toilet, Jumat (3/5/2024) lalu.
Beredar rekaman CCTV mengungkap detik-detik mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika (19) usai dianiaya seniornya Tegar Rafi Sanjaya (21).
Dalam rekaman CCTV selama 20 detik yang diterima Warta Kota pada Selasa (7/5/2024), terlihat Satria kala itu mengenakan baju olahraga STIP Jakarta warna oren dibopong lima orang taruna.
Baca juga: Senior STIP Aniaya Junironya Hingga Tewas, Keluarga Minta Pertangungjawaban Pihak Kampus
Diduga, Tegar Rafi yang menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan juniornya tersebut turut membopong.
Posisi kelima taruna yang membopong yakni dua orang memegang kaki Satria, satu orang memegang pinggang, dan dua orang di bagian kepala.
Empat orang tampak memakai seragam taruna STIP berkelir cokelat, sementara satu orang yang memegang kaki kiri Satria memakai kemeja putih.
Ketika dibopong, kondisi Satria tampak sudah tak sadarkan diri.
Terlihat pula ada beberapa taruna STIP lain saat lima orang taruna membopong Satria.
Baca juga: Ini Motif Tegar Rafi Sanjaya Pukuli Juniornya di STIP Hingga Tewas
Namun, mereka hanya lalu lalang di lorong lantai sekolah itu.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, sejauh ini tersangka penganiayaan masih satu orang.
Namun, apakah ada tersangka lain dalam kasus ini, pihak kepolisian masih mendalami sejumlah keterangan saksi dan CCTV.
"Kami juga melakukan penyelidikan secara hati-hati, kami melibatkan secara komperhensif, juga ada dari ahli kemudian sinkronisasi dari keterangan saksi, kemarin banyak yang kami mintai leterangan sebanyak 36 orang saksi (siswa dan guru)," kata Gidion, Rabu (8/5/2024).
Baca juga: Polisi Sebut 4 Taruna STIP Lainnya Tidak Jadi Dianiaya Senior Tegar Setelah Putu Satria Terkapar
Polisi berpangkat melati tiga itu melanjutkan, keterangan sejumlah saksi kemudian dicocokan dengan CCTV.
| Rekaman CCTV Penganiayaan di STIP, Pelaku Terlihat Ikut Membopong Korban yang Terkapar |
|
|---|
| Ini Daftar Mahasiswa Meregang Nyawa Akibat Dianiaya Seniornya di STIP |
|
|---|
| Polisi Sebut 4 Taruna STIP Lainnya Tidak Jadi Dianiaya Senior Tegar Setelah Putu Satria Terkapar |
|
|---|
| Ini Motif Tegar Rafi Sanjaya Pukuli Juniornya di STIP Hingga Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Rekaman-CCTV-detik-detikmahasiswa-STIP-usai-dianiaya.jpg)