Prostitusi
Kisah Nyata di Jember Jatim, Fakta Bapak Ajak Putrinya yang ODGJ Keliling Naik Sepeda Jajakan Diri
Main di Perkebunan, Kisah Nyata di Jember Jatim, Fakta Bapak Ajak Putrinya yang ODGJ Keliling Naik Sepeda Jajakan Diri.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JEMBER - Kabar menyedihkan datang dari wilayah, Jember, Jawa Timur.
Seorang bapak kandung tega melakukan pelecehan seksual kepada putrinya yang berstatus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Bapaknya berinisial B dan putrinya At.
Bahkan, sang bapak menjajakan putrinya tersebut kepada para lelaki hidung belang dengan tarif yang sangat murah.
Sang bapak menjajakan putrinya itu dengan memboncengnya menggunakan sepeda onthel.
Baca juga: Hanya Ratusan Meter dari Polres Jakarta Barat, Prostitusi RTH Tubagus Angke Tak Tersentuh, Kok Bisa?
Putrinya tersebut ditarif Rp 20.000 - Rp 30.000.
Kisah ini viral di Yutube Pratiwi Noviyanthi. Yutuber cantik itu mendatangi tempat tersebut atas permintaan tetangganya.
Tetangganya berharap dengan diangkatnya kisah tersebut, maka sang anak tersebut mendapatkan pertolongan.
Apa saja fakta yang melatarbelakngi kisah nyata itu terjadi.

Ditinggal Ibunya Meninggal Dunia
Banyak warganet yang prihatin dan geram atas apa yang dilakukan sang bapak kepada putrinya yang ODGJ.
Meski demikian banyak yang tak tahu apa yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Dari keterangan tetangganya, Siti dan Eko yang merupakan pasangan suami istri itu mengungkapkan fakta tersembunyi.
Baca juga: Kalijodo Dibongkar, Prostitusi di Jakarta Barat Pindah ke RTH Tubagus Angke, Begini Kata Wali Kota
Siti mengatakan, awalnya keluarga tersebut tak ada baik-baik saja. B dan istrinya mempunya dua anak perempuan.
Sang kakak dalam kondisi normal, sedangkan sang adik atau anak bungsu pasangan itu mengalami ODGJ.
B bekerja sebagai buruh tani, sedangkan istrinya ibu rumah tangga.
Keluarga tersebut kondisi ekonominya kekurangan. Selain itu juga tertutup. Sang bapak tak mau bersosialisasi dengan tetangganya.
Permasalahan keluarga itu mulai muncul semenjak sang istri B atau Ibu dari At meninggal dunia.

Kala itu At berusia tiga tahun. Sedangkan kakaknya sudah remaja. Berjalannya waktu putri pertama B pun menikah dengan pria yang merupakan tetangga kampung.
Pernikahan itu membuat B dan At hidup berdua. Sebab, sang kakak tinggal bersama suaminya di kampung tetangga.
B pun tetap menjalani profesinya sebagai buruh tani. Sedangkan At tak mau lepas dengan bapaknya. Dia selalu ikut bersama bapaknya.
Dilecehkan Saat Nonton TV
B hidup serba kekurangan. Rumahnya semi permanen. Dindingnya terbuat dari bilik bambu. Kemudian bagian depan rumahnya beralaskan semen.
Sedangkan dapur beralaskan tanah. Rumah tersebut hanya diterangi satu lampu.
Tak hanya itu, B tak mempunyai televisi. Kondisi rumahnya pun berantakan.
Baca juga: Cegah Prostitusi, Apartemen di Depok Ini Usung Konsep Hunian Syariah dengan Harga Murah
Lantaran tak punya televisi, B dan putrinya yang ODGJ menumpang nonton televisi di rumah tetangga dekatnya.
Di saat nonton televisi itu sang bapak melakukan pelecehatan seksual kepada putrinya yang berusia 3 tahun itu.
Sang bapak meraba-raba alat kelamin putrinya yang menderita ODGJ itu.
"Ada sebagian tetangga tahu dan ada sebagian tetangga yang tidak tahu. Saat sang bapak beraksi, tetangga yang melihat itu langsung menegurnya. Bapak lagi ngapain...lagi mencoba merangsang anak saya," kata Siti, baru-baru ini.
Sang Anak Didandani Seksi
Bagi tetangga melihat B mengajak anaknya itu naik sepeda sudah tak aneh lagi. Namun, para tetangga mulai curiga ada yang aneh saat At berusia 10 tahun.
Saat ini At sudah tumbuh dewasa. Tinggi badannya sekitar 160 cm dan tubuhnya berisi.
At didandani oleh bapaknya. Kemudian baju yang dikenakannya baju seksi. Baju yang dikenakannya seperti gaun malam, sehingga bagian atas tubuh At terlihat.
Baca juga: Seorang Lansia Terjaring Prostitusi Online di Kabupaten Bogor bersama Tiga Ibu Muda
Gaun yang dikenakan At kadang berwarna merah, hitam dan krem.
Saat At didandani tersebut, lalu B keluar rumah memboncengi putrinya tersebut dengan sepeda onthel.
Sang bapak memboncengi putrinya itu berkeliling. di jalan raya hingga ke kampung tetangga.
Ternyata B melakukan itu lantaran menjajakan putrinya itu.
Sang anak dijual bapaknya seharga Rp 20.000 - Rp 30.000.
"Yang tahu seperti ini yah orang luar duluan, bukan para tetangga. Sudah bukan rahasia lagi, se Kabupaten Jember sepertinya sudah tahu juga," tutur Siti.
At Tak Suka Bicara dengan Perempuan
Siti menyebutkan bahwa B dan putrinya At tertutup. Mereka tak mau bersosialisasi, kecuali menonton televisi di rumah tetangga.
Lantaran tak mau bersosialisasi, B pun selalu menutup pintu depan rumahnya. Sekalipun pintu rumahnya diketuk.
"Waktu saya menjadi petugas KPPS di Pemilu 2024. Saya datang ke rumahnya. Pintunya tertutup. Saya ketuk, tapi tak dibukakan pintu. Padahal orangnya ada di dalam," papar Siti.
Baca juga: Indekos Dijadikan Sarang Prostitusi Online, Aparat Amankan Pasangan Diduga LGBT
Siti menambahkan bahwa At memang tak sulit atau tak mau bicara saat diajak ngobrol olehnya dan tetangga perempuan lainnya.
Ia tak tahu mengapa hal itu terjadi.
Namun berbeda ketika suaminya, Eko datang ke rumah B. Suamiknya itu diperbolehkan masuk.
Bahkan, sempat ngobrol dengan At. Meski demikian At tak bisa fokus saat diajak bicara.
Main ke Kebun dan Pelanggannya Pemuda Nakal
Wardi yang merupakan tetangga B menyampaikan cerita saat B dan At menjajakan diri.
B dan At menjajakan diri berkeliling ke kampung tetangganya. Dia berangkat dari rumahnya setiap hari di waktu soer.
Sekitar pukul 15.00 atau pukul 16.00. Kemudian pulang ke rumah pukul 22.00.
Bagi pria yang berminat memakai jasa At, maka pria tersebut mendatangi sang bapak.
Baca juga: Tak Disangka Seorang Ibu Baru Pulang Ibadah Haji Masih Jalani Bisnis Prostitusi, Tarifnya Rp 300.000
Pria dan sang bapak kemudian bertransaksi. Tarifnya Rp 20.000 - Rp 30.000.
Mereka melakukan hubungan badan di tempat yang sepi. Bisa di perkebunan.
"Dulu keluarnya tiap hari. Sekarang saya tidak tahu. Mainnya bisa di tempat sepi atau di perkebunan. Tidak ada yang tahu," kata Wardi.
Pratiwi Noviyanthi pun bertanya kepada Wardi.
Dia bertanya jumlah pemakai jasa seks At banyak? Kemudian At dibayar Rp 20.000 dan dipakai beramai.ramai?
"Saya tidak tahu berapa jumlahnya. Kalau dulu sembarang orang. tapi tidak semua orang. Buat pria yang baik tidak mau. Kebanyakan pelanggannya itu pemuda yang suka mabuk-mabukan," ujar Wardu.
Suami Pergi Jualan di Pasar Parung, Istri Digerebek Warga Saat Terima Open BO |
![]() |
---|
Melamar Pekerjaan Lewat Facebook, Enam WNA Vietnam dan Tiongkok Malah Jadi PSK Bertarif Rp 10 Juta |
![]() |
---|
6 WNA Vietnam Ditangkap Imigrasi Atas Kasus Prostitusi Online, Seorang Diantaranya Wanita |
![]() |
---|
Hanya Ratusan Meter dari Polres Jakarta Barat, Prostitusi RTH Tubagus Angke Tak Tersentuh, Kok Bisa? |
![]() |
---|
Kalijodo Dibongkar, Prostitusi di Jakarta Barat Pindah ke RTH Tubagus Angke, Begini Kata Wali Kota |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.