Kamis, 23 April 2026

Kebakaran

Kisah Pilu Wenti, Gagal Mudik Akibat Kontrakan Hangus Terbakar Saat Tarawih

Yang lebih menyedihkan, Wenti mendengar rengekan sang anak yang menangisi Al-Qurannya terbakar

Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Wenti (45) saat ditemui di posko pengungsian Jalan KS Tubun III, Palmerah, Jakarta Barat 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PALMERAH - Pilu masih menyelimuti hati Wenti (45) usai si jago merah menghanguskan kontrakan yang telah ditinggalinya 7 tahun lalu, di belakang asrama Brimob, Jalan KS Tubun III, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (28/3/2024) malam.

Bahkan, sorot matanya masih sayu serta wajahnya sembab karena semalaman menangisi si jago merah yang membakar kontrakannya.

Tak ada satupun yang bisa diselamatkan oleh Wenti kala itu. Pasalnya saat peristiwa kebakaran terjadi, ia dan sejumlah penghuni kontrakan lain tengah salat tarawih berjamaah di musala terdekat.

Baru saja menginjak rakaat ketiga, jemaah dikagetkan dengan suara ledakan yang begitu keras dari arah belakang kontrakan.

si jago merah menghanguskan kontrakan yang telah ditinggalinya 7 tahun lalu, di belakang asrama Brimob, Jalan KS Tubun III, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (28/3/2024) malam.
si jago merah menghanguskan kontrakan yang telah ditinggalinya 7 tahun lalu, di belakang asrama Brimob, Jalan KS Tubun III, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (28/3/2024) malam. (Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah)

Kala itu, Wenti dan para warga mengira jika ledakan itu berasal dari anak-anak yang iseng memainkan petasan.

"Ternyata ketika dilihat ada asap dari pojok kontrakan. Terus orang-orang pada heboh nyariin APAR (alat pemadam sederhana) ada 3 buah, tapi udah enggak bisa (dipadamin) apinya," kata Wenti saat ditemui di posko pengungsian, Jumat (29/3/2024).

Terlebih lagi, lanjut Wenti, area kontrakan itu terbuat dari bahan semi permanen sehingga membuat api cepat merambat.

Baca juga: Ini Tampang Michael, Sopir Taksi Online yang Peras Penumpangnya Rp 100 Juta di tol Jakarta Tangerang

Walhasil, dengan masih menggunakan mukena, dia dan warga lain langsung berteriak dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Tak ada satupun harta benda yang diselamatkan Wenti. Ia hanya mengikuti perasaannya untuk pergi bersama sang anak dan menyelamatkan diri.

"Panik semuanya enggak ada yang nyelametin barang apapun, enggak ada. Pada lari semua karena si api itu langsung besar," jelas Wenti.

Padahal, malam itu Wenti baru saja selesai mengemas barang-barang untuk keperluan mudik lebaran ke Tegal, Jawa Tengah.

Baca juga: Mudik Gratis Lebaran dari Pelabuhan Tajung Priok, Kloter Pertama Diberangkatkan Jumat Malam Ini

Terlebih, anak pertama Wenti sudah dalam perjalanan untuk menjemputnya dan membawa semua barang-barang keperluan mudik Wenti.

Namun takdir ternyata berjalan lebih cepat dari rencana Wenti. Seluruh barang-barangnya, termasuk baju lebaran habis dimakan si jago merah.

"Makanya ini kalau aku lebaran pulang, tujuannya ke mana, terus anak aku sekolah sehari-hari gimana sedangkan aku nganggur," katanya.

Baca juga: Seorang Suami di Bogor Tega Membunuh Istrinya Sendiri, Tancapkan Obeng ke Kepala Sang Istri

"Semalam itu sudah siap, lagi nunggu anak mau jemput nih, udah packing semua tinggal keluar, anak lagi jalan menuju ke sini, malah (kebakaran)," lanjutnya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved