Kabupaten Bogor
Cuaca Buruk di Ciampea Kabupaten Bogor, Satu Rumah Ambruk
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengatakan, rumah yang ambruk itu ditempati oleh 3 KK.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIAMPEA - Cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kampung Cihideung Ilir, Desa Cihideung ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor pada Selasa (23/1/2024). mengakibatkan satu unit rumah warga rusak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengatakan, rumah yang ditempati oleh 3 KK yang terdiri dari sembilan jiwa itu ambruk sementara penghuninya terpaksa mengungsi.
"Dikarenakan hujan deras disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan satu unit rumah terdampak, kondisi rumah yang sudah lapuk," ujarnya melalui keterangannya, Rabu (24/1/2024).
Hal itu dikarenakan bagian rumah yang mengalami kerusakan terdapat bagian tulang atau penyangga rumah patah.
Baca juga: Hadapi Cuaca Ekstrim dan Curah Hujan Tinggi, Pj. Bupati Bogor Minta BPBD Siaga Antisipasi Bencana
"Sehingga mengharuskan untuk mengungsi sementara, dimhawatirkan jika terjadi hujan deras kembali akan menambah kerusakan pada rumah dan membahayakan pemilik rumah," ungkapnya.
Meski begitu, tidak ada korban jiwa akibat kedian ini dan seluruh penghuni rumah sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman yaitu di rumah saudara di alamat yang sama.
Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan peringatan dini kepada masyarakat hingga pemerintah di kawasan Bogor, Jawa Barat untuk lebih waspada hadapi bencana di 2024.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan peringatan itu dikarenakan pada kaleidoskop bencana 2023 pihaknya mencatat wilayah Jawa Barat menduduki peringkat pertama jumlah kejadian bencana yang terjadi.
Setelah Jawa Barat, peringkat selanjutnya diikuti Jawa Tengah, Kalimantan Selatan Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.
Baca juga: BNPB Minta Warga di Wilayah Bogor Waspada Hadapi Bencana 2024
“Terkhusus di wilayah Jawa Barat yakni Bogor menduduki peringkat pertama dengan 268 kejadian, lalu Banjar 79 kejadian, Kota Banjarbaru 77 kejadian, Tanah Laut 73 kejadian, dan Sukabumi 61 kejadian,” kata Suharyanto saat paparan Agenda kaleidoskop bencana 2023 dan outlook bencana 2024 di pusat pengendalian operasi graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (12/1/2024).
Sehingga Suharyanto menyampaikan kewaspadaan ekstra perlu dilakukan pihak relevan.
Waspada yang dimaksud mengenai meningkatkan kesiapan diri dan keluarga.
Selain itu untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Pemerintah Daerah (Pemda) perlu mempersiapkan diantaranya perlengkapan bencana dan melalukan pengecekan di lokasi titik rawan bencana.
Sebab saat Januari, Februari, Maret 2024 BNPB memperkirakan akan ada banjir yang kembali melanda.
Diharapkan juga saat 2024 kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Hati-hati Bogor itu di tahun 2023 paling banyak kejadian bencana, jangan sampai di 2024 terulang lagi. Saat ini sudah masuk minggu kedua Januari, kabupaten Bogor sudah ada banjir kecil,” pungkasnya. (m37)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Rumah Warga Ciampea Bogor Rusak Akibat Cuaca Buruk, Sembilan Jiwa Terpaksa Mengungsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Cuaca-buruk-yang-melanda-Kabupaten-Bogor.jpg)