Kabupaten Bogor

Hadapi Cuaca Ekstrim dan Curah Hujan Tinggi, Pj. Bupati Bogor Minta BPBD Siaga Antisipasi Bencana

Asmawa juga menegaskan pentingnya penggunaan teknologi dalam pemantauan dan sistem informasi bencana

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Vini Rizki Amelia
TribunnewsDepok.com/Hironimus Rama
Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu (memakai rompi) melakukan pengecekan kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghadapi bencana alam di halaman Kantor BPBD, Cibinong, Kamis (18/1/2024). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Cuaca ekstrim dan curah hujan tinggi terjadi di Kabupaten Bogor dalam beberapa pekan terakhir.

Menghadapi kondisi ini, Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk senantiasa menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Hal itu diungkapkan Asmawa saat
melakukan pengecekan langsung kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di halaman Kantor BPBD, Cibinong, Kamis (18/1/2024).

“Dalam rangka antisipasi terjadinya bencana di Kabupaten Bogor, kita senantiasa meningkatkan kemampuan para personel, memastikan kesiapan perlengkapan serta sarana prasarana," kata Asmawa.

Baca juga: BREAKING NEWS: Perempuan Muda Ditemukan Tewas di Sukmajaya Depok, Diduga Korban Pembunuhan

Dia juga meminta BPBD memastikan kesiapsiagaan personal dengan piket tiga peleton yang suatu saat bisa digerakan.

"Wilayah Kabupaten Bogor secara geografis dan topografis cukup labil dan rawan longsor, angin puting beliung, dan banjir. Karena itu, kita harus siap siaga, baik personil, peralatan dan perlengkapan, untuk mengantisipasi bencana alam," ujarnya.

Asmawa mengungkapkan bahwa tahun 2023-2024 ada pembaharuan dan penambahan sarana dan prasarana di BPBD agar dapat memenuhi kebutuhan penanggulangan bencana.

Baca juga: Nur Azizah Janji Lanjutkan Program dan Bangun Madrasah Negeri Jika Terpilih Lagi

"Kemampuan dan keterampilan anggota terus ditingkatkan agar siap secara pengetahuan, fisik, maupun mental dalam penanganan bencana. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita mengedukasi masyarakat tentang tanggap bencana," ucapnya.

Dia meminta agar sosialisasi dan edukasi tentang tindakan preventif dan tanggap darurat kepada masyarakat harus terus dilakukan.

"Galakkan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) dan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sudah terbentuk,” ungkap Asmawa.

Baca juga: APK Semrawut Bahayakan Pengguna Jalan, Bawaslu Depok Minta Parpol Lakukan Penertiban Mandiri

Asmawa juga menegaskan pentingnya penggunaan teknologi dalam pemantauan dan sistem informasi bencana untuk meningkatkan ketangguhan dan efektivitas penanggulangan bencana.

"Kolaborasi dan sinergi adalah kunci. Maka harus diperkuat sinergi kolaborasi dengan pihak terkait seperti TNI, Polri, relawan, sektor swasta, dan pihak lainnya agar kita dapat merespons bencana dengan lebih efektif," paparnya.

Mantan Pj. Walikota Kendari ini berharap seluruh jajaran BPBD agar selalu semangat dalam menjalankan tugas.

"Terus perkuat konsolidasi, kesiapsiagaan, pengawasan dan sinergi dalam mengantisipasi bencana untuk meminimalisir resiko dan dampaknya,” tandas Asmawa.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved