Berita Jakarta

Genap Berusia 20 Tahun Hari Ini, Transjakarta Warisan Bang Yos Tak Pernah Naikkan Tarif

Selain tarifnya flat Rp 3.500 per orang, Transjakarta juga sudah terintegrasi dengan angkutan umum lainnya seperti LRT Jabodebek, LRT Jakarta dan KRL.

Editor: murtopo
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Bus Transjakarta mengikuti lajunya delman di Jalur Busway, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2019). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Bus Transjakarta atau yang dulunya dikenal Busway hari ini genap berusia 20 tahun.

Angkutan massal ini merupakan warisan dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos pada 15 Januari 2004 silam.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Ki Darmaningtyas mengatakan, biasanya tarif angkutan umum akan mengikuti dengan harga jual bahan bakar minyak (BBM) di pasaran yang naik. Namun bus yang dikelola PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) ini tetap bertahan karena mendapat dana subsidi atau public service obligation (PSO) dari Pemprov DKI Jakarta setiap tahun.

“Bila semula tarifnya selalu naik setiap kali ada kenaikan harga BBM sekarang sudah 19 tahun tidak naik, tetap Rp 2.000 sebelum jam 07.00 dan Rp 3.500 (setelahnya),” ujar Darmaningtyas pada Senin (15/1/2024).

Baca juga: Tarif Transjakarta Tujuan Bandara Soekarno Hatta Masih Digodok, Kemungkinan Rp5.000

Darmaningtyas mengatakan, pada awalnya masyarakat banyak yang menolak dengan pembangunan angkutan massal ini.

Kehadirannya dianggap menambah kemacetan jalan, karena memakan satu bagian jalan raya untuk digunakan sebagai lajur Transjakarta.

Namun akhirnya diterima oleh publik secara gembira, setelah pelayanan yang diberikan Transjakarta kian prima.

Selain tarifnya flat Rp 3.500 per orang, Transjakarta juga sudah terintegrasi dengan angkutan umum lainnya seperti LRT Jabodebek, LRT Jakarta, KRL Commuterline Jabodetabek, MRT Jakarta, JakLingko dan angkutan online.

“Semua armada Transjakarta bebas asap rokok, dan sistem pembayarannya dari yang sebelumnya ongkos dibayar tunai, sekarang non tunai,” imbuhnya.

Baca juga: Transjakarta Rute Bogor-Jakarta Bakal Diuji Coba pada Juli 2023, Transit di Cibubur

Berdasarkan antusiasme masyarakat yang ingin menggunakan Transjakarta, membuat Bang Yos makin mudah mewujudkan pembangunan lajur berikutnya. Jika untuk mewujudkan koridor pertama, yaitu Koridor 1 Blok M – Kota diperlukan waktu dua tahun baru terwujud maka untuk membangun sembilan koridor, yaitu koridor II – X Bang Yos hanya memerlukan waktu 3,5 tahun saja.

“Jadi dalam masa jabatannya selama lima tahun (Oktober 2002 – Oktober 2007) Bang Yos berhasil membangun 10 koridor busway. Sebutan Transjakarta baru popular selama satu decade terakhir, terutama setelah menjadi BUMD PT Transjakarta,” jelas dia.

“Sebelumnya orang cukup menyebut busway, meski arti busway adalah jalur khusus bus. Tapi ketika orang bilang ‘saya naik busway’ maka lawan bicaranya sudah tahu bahwa yang dimaksudkan adalah naik Bus Transjakarta,” sambung Darmaningtyas.

Menurutnya, Transjakarta adalah bentuk reformasi layanan angkutan umum, dari yang semula berbasis setoran menjadi berbasis layanan. Kemudian dari yang semula risiko ditanggung oleh operator, sekarang ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta dengan membeli layanan.

Baca juga: Penumpang Keluhkan Fasilitas di Halte Transjakarta yang Teritegrasi dengan LRT Jabodebek

Pengemudi yang sebelumnya mendapatkan upah berdasarkan sisa setoran dan untuk beli BBM, sekarang menjadi bulanan. Jadi pengemudi tidak memburu setoran agar ada uang yang dapat dibawa pulang, tapi ada penumpang atau tidak mereka akan tetap digaji.

“Bagi masyarakat pengguna angkutan umum, kehadiran Transjakarta juga mengubah kultur bertransportasi, dari yang semula dapat naik-turun sembarang tempat, sekarang harus naik-turun di halte, dari yang semula di dalam kendaraan bagi laki-laki bisa merokok, sekarang tidak bisa merokok,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved