Rabu, 29 April 2026

Berita Nasional

Kowani dan Global Peace Women, Giwo Rubianto: Membangun Perdamaian Dunia dan Kesadaran Masyarakat

Ketua umum Kowani, Giwo Rubianto bersama Global Peace Women bertekad membangun perdamaian dunia.

Tayang:
Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Kowani dan Global Peace Women, Giwo Rubianto: Membangun Perdamaian Dunia dan Kesadaran Masyarakat 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd kembali mendapat undangan kehormatan untuk berkunjung ke Manila, Filipina dalam acara Global Peace Convention yang diselenggarakan oleh Global Peace Foundation (GPF) dan Global Peace Women (GPW).

Kowani berkolaborasi dalam aksi nyata untuk membangun perdamaian dunia, khususnya di kota Pasig Manila, Selasa (12/12/2023).

GPW, yang terdiri dari perempuan dari berbagai belahan dunia, menghadirkan acara "16 Days of Awareness Campaign on Violence against Women and Children," dihadiri oleh lebih dari 100 anak, yang berusia 12 hingga 15 tahun.

Baca juga: Genosida Rakyat Palestina, Duta Perdamaian Baitul Maqdis: Kejahatan Kemanusiaan Terbesar Abad Ini

Penanandatanganan MoU dan kolaborasi erat antara KOWANI dan GPW, pada International Conference of Women (ICW) 2023 di Manila membuka pintu bagi KOWANI untuk berpartisipasi dalam GPC 2023, mengusung tema "One Family Under God: Vision for National Transformation and a Civilization of Peace".

Giwo Rubianto menyampaikan bahwa beberapa best practices yang sudah dilakukan dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.

Salah satunya melalui pemberdayaan perempuan di segala bidang dan aspek kehidupan demi mencegah adanya konflik khususnya pada perempuan dan anak.

Antara lain, adanya program Kowani Fair sejak 1999 sebagai jembatan komunikasi antara stakeholder, penjual, produsen, dan pembeli demi menjangkau jaringan yang lebih luas lagi ke pasar global.

Baca juga: Anne Ratna Mustika Tutup Ruang Perdamaian, Nilai Tidak Ada Itikad Baik dari Dedi Mulyadi

Selanjutnya melakukan berbagai edukasi di daerah terpencil, mendorong UMKM milik perempuan, program malnutrition yang didukung oleh International Council of Women (ICW), Implementasi dari W20 Action Plan, dan lain sebagainya.

Selain itu strategi selanjutnya yang diajukan oleh kowani adalah kolaborasi untuk membangun kesejahteraan di daerah perbatasan di Indonesia seperti aceh, Kalimantan barat dan Sulawesi utara.

Dengan fokus pada pengutan ekonomi perempuan melalui inkubasi bisnis, edukasi, interpersonal communication dan kesehatan, selfcare education dan stunting prevention.

"Harapannya upaya ini dapat mencegah dari maraknya pernikahan dini, peningkatan stunting, yang akan bermuara pada kurangnya kualitas generasi bangsa yang dapat menjadi salah satu faktor banyaknya konflik di Indonesia mulai dari lini terkecil, keluarga sampai masyarakat luas," kata Giwo.

"Sebagai bagian dari rencana strategis ini, kowani akan menekankan pentingnya Monitoring, Evaluation, Accountability dan Learning (MEAL) agar dapat secara efektif mendata dan menyesuaikan kegiatan untuk mendapatkan hasil yang lebih signifikan," tambahnya.

Giwo Rubianto yang didampingi oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Tantri Dyah Kiranadewi, serta Chairperson Global Peace Foundation Indonesia, Dr. Fennieka Kristianto, MH., MKn, turut hadir dalam beragam agenda GPC mulai dari 11 - 14 Desember 2023.

Mulai dari International Forum on One Korea, GPW service project, membangun perdamaian dunia dimulai dari pencegahan kekerasan terhadap perempuan, pernikahan dini serta kehamilan dini.

Dimana Giwo Rubianto yang juga sebagai ketua umum dari Pita Putih Indonesia menyampaikan dukungan penuh atas inisiasi ini,

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved