Waketum PKN Tanggapi Dugaan Pelecehan Finalis Miss Universe Indonesia, Bisa Mencoreng Indonesia
Namun demikian, Gerry yakin jika nantinya aparat kepolisian dapat segera memroses kasus ini secara tepat
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Vini Rizki Amelia
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gerry Habel Hukubun menanggapi kasus dugaan pelecehan seksual pada ajang Miss Universe Indonesia 2023.
Kasus tersebut memang diketahui menjadi pembicaraan hangat di tanah air beberapa hari belakangan ini.
Terlebih finalis dan juga CEO serta direktur visual dari acara tersebut berbicara ke hadapan publik, mengenai isu adanya pelecehan seksual berupa pengecekan tubuh peserta wanita sembari di foto dalam keadaan tanpa busana.
Menurut Gerry, kejadian itu bisa membuat citra negara Indonesia tercoreng di mata dunia.
Baca juga: Dulang Suara 81 Persen di Penjaringan PKS Depok Imam Budi Hartono Diusulkan Jadi Bakal Cawalkot 2024
"Kasus body checking miss universe ini, bisa berpotensi mencoreng wajah Indonesia dimata dunia," tandas Gerry dalam keterangannya, Sabtu (12/8/2023).
Gerry pun menilai jika memang dugaan pelecehan benar terjadi, kenapa hal tersebut tidak dipermasalahkan.
Apalagi, lanjut Gerry, peserta ajang tersebut sangatlah banyak.
Baca juga: Ratusan Warga Mulyajaya Karawang Kecanduan Tramadol dan Hexymer, Pelaku Ditangkap Maret Lalu
"Jika memang terjadi pelecehan, kenapa tidak disaat itu di permasalahan? Pesertanya kan banyak tuh. Kenapa tidak semua memrotes hal tersebut," tanyanya.
"Saya dengar dari beberapa peserta yang di body checking pada saat itu, tidak semua yang memrotes hal tersebut," sambung Gerry.
Jika pun nantinya dugaan tersebut tidak terbukti, maka, kata dia, akan ada pihak yang dirugikan.
Bahkan pihak yang membuka persoalan ini ke publik namun tak bisa membuktikan kebenarannya, dikatakan Gerry dapat dikenakan pasal.
Baca juga: Bengisnya Anak Kandung Bunuh Ibunya di Tapos Depok karena Sakit Hati Sering Dimarahi
"Jika memang betul tidak terbukti ada terjadi pelecehan atau lain-lain yang berbau merugikan, maka pihak-pihak yang memainkan masalah ini bisa kena pasal karena melakukan pemberitahuan informasi yang tidak betul," ujar Gerry.
Tetapi, lanjut Garry, jika memang hal tersebut terbukti nyata, maka menurutnya harus ada bukti yang kuat perihal kasus tersebut.
"Apakah mereka betul-betul disuruh tanpa adanya busana? Jika iya, harus ada bukti nyata berupa foto bahwa memang demikian," pungkasnya.
Baca juga: Presiden Joko Widodo Pastikan Kaesang Tak Maju Pilkada Depok 2024, Relawan Ganjar Kecewa
Namun demikian, Gerry yakin jika nantinya aparat kepolisian dapat segera memroses kasus ini secara tepat.
"Karena dampak terhadap hal ini sangat besar. Tidak main-main bisa mencoreng nama negara di mata Internasional," pungkasnya. (m32)
Kasus KDRT di Depok Putri Balqis dan Bani Idham Dinyatakan Lengkap, Siap Diadili |
![]() |
---|
Presiden Joko Widodo Pastikan Kaesang Tak Maju Pilkada Depok 2024, Relawan Ganjar Kecewa |
![]() |
---|
Kebakaran Warung Makan Soto di Kebayoran Lama, Polisi Periksa Tiga Orang Juru Parkir Sebagai Saksi |
![]() |
---|
Tersangka Bunuh Ibu Kandung dan Bacok Ayah di Tapos Depok karena Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan |
![]() |
---|
Unggul Hasil Penjaringan PKS, Imam Budi Hartono Diusulkan Jadi Bacawalkot Depok ke Pengurus Pusat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.