Kriminalitas

Begal Beraksi di Cilincing, Korban Luka Bacok Dibagian Kepala Saat Menyelamatkan Ponselnya

salah seorang gerombolan begal tersebut malah membacok kepala Aditya dengan senjata tajam

Warta Kota/M.Rifqi Ibnumasy
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo jenguk korban pembegalan di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (1/12/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILINCING - Nasib buruk menimpa Aditya Eka (18), baru dua bulan merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib malah menjadi korban pembegalan sadis.

Pemuda yang tinggal di sebuah kontrakan Gang Haji Maih Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara itu mengalami peristiwa sadis pada Selasa (29/11/2022) subuh lalu. 
Saat itu, Aditya baru selesai bekerja sebagai operator pengelasan di PT Komatsu Cilincing dan baru keluar kantor sekira pukul 04.50 WIB. 
Dengan menggunakan sepeda onthel, korban pun bergegas pulang, tiba-tiba di tengah  perjalanan, dihadang tiga pelaku.
Ketiganya pun mencoba merampas handphone milik Aditya, ia berhasil mengelak.
Tak dapat merampas handphone milih Aditya, salah seorang gerombolan begal tersebut malah membacok kepala Aditya dengan senjata tajam.
Akibatnya, Aditya mengalami luka sayatan di kepala hingga mendapatkan 26 jahitan. 
"Mereka mencoba merampas handphone yang saya pegang, handphone itu kan biasa saya pakai buat penerangan kalo pulang naik sepeda," kata Adit saat dikonfirmasi di kontrakannya, Kamis (1/12/2022).
"Pas saya mau dibacok pertama itu saya tahan pakai handphone, ini handphone saya layarnya jadi retak-retak begini," sambungnya. 
Kapolres Jakut Jenguk Korban 
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo jenguk Aditya di kontrakannya pasca insiden pembegalan pada Kamis (1/12/2022).
Kapolres bersama jajarannya memberikan dukungan dan motivasi juga menegaskan akan segera menangkap pelaku.
"Kita mendatangi korban, Mas Adit. Beliau ini adalah korban dari percobaan pencurian dengan kekerasan pada saat beliau pulang kerja," ucap Wibowo di lokasi. 
Menurut Wibowo, kedatangannya sebagai bentuk kepedulian kepada korban. Selain itu, ia juga prihatin kejahatan jalanan masih menjadi momok masyarakat di Cilincing pada jam-jam rawan.
"Kejadian ini masih terjadi lagi, kita turut prihatin. Harapannya perusahaan bisa mengevaluasi kembali jam kerjanya, sehingga harapannya karyawan bisa dipulangkan pagi sekalian," kata Wibowo.
"Hal ini bisa mengurangi kesempatan pelaku kejahatan terhadap karyawan-karyawan yang beroperasi subuh," pungkasnya. (m38)
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved