Bencana Alam

Tangani Bencana Pergeseran Tanah di Bojong Koneng, DPRD Dorong Pemkab Bogor Percepat Salurkan BTT

Tangani Bencana Tanah Gerak di Bojong Koneng, DPRD Dorong Pemkab Bogor Percepat Salurkan BTT

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Teguh Widodo 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana tanah gerak di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang pada Kamis (15/9/2022).

 

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Teguh Widodo mengatakan Pemkab Bogor bisa menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT) untuk menangani bencana alam pergeseran tanah ini.

 

"Kita dorong gunakan BTT. Dalam satu dua hari ini kita akan bahas soal ini dalam rapat anggaran perubahan 2022," kata Teguh, Selasa (20/9/2022).

Menurut dia, penyaluran bantuan yang cepat sangat dibutuhkan warga agar bisa pulih dari dampak bencana.

 

"Bantuan sangat penting untuk memperbaiki infrastruktur dan rumah warga yang rusak sedang dan ringan," ucapnya.

 

Untuk warga di zona merah dengan rumah yang rusak berat, Teguh menyarankan untuk relokasi.

 

"Kalau rusak berat sebaiknya relokasi, apalagi kalau ada di zona merah potensi bencana," jelasnya.

Baca juga: Waspada Pohon Tumbang, Ada 162 Pohon Berstatus Rawan di Kota Bogor

Baca juga: Viral Gerombolan Preman Minta Ampun Sampai Cium Tangan, Ternyata Korban Palaknya Anggota Kopaska

Sementara itu, Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan pihaknya mengalokasikan anggaran Bantuan Rp 90 miliar untuk BTT dalam jangka waktu satu tahun.

 

“Anggaran BTT ini dialokasikan bilamana ada bencana dalam waktu satu tahun. Jadi kita fleksibel. Kalau Bojong Koneng anggaran Rp 5 miliar, ya kita keluarkan dengan jumlah segitu,” papar Iwan.

 

Saat ini Pemkab Bogor masih melakukan perbaikan infrastruktur dengan peralatan ringan di Bojong Koneng mengingat tanahnya yang masih labil.

 

"Kita akan menurunkan alat berat untuk meratakan tanah kalau kondisi pergerakan tanah sudah tidak terjadi lagi," tandas Iwan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved