Universitas Indonesia

Nostalgia, Mantan Penghuni Asrama Daksinapati UI Membaca Kenangan Lewat Buku Asramaku Indonesiaku

Luncurkan Buku Asramaku Indonesiaku, Mantan Penghuni Asrama Daksinapati UI Membaca Kenangan

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Reuni akbar Paguyuban Daksinapati Universitas Indonesia di Makara Hotel, kampus Universitas lndonesia, Depok, Jawa Barat pada Sabtu (17/9/2022).  

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Buku bertajuk 'Asramaku Indonesiaku' yang diluncurkan Paguyuban Daksinapati Universitas Indonesia (PDUI) menjadi ruang bernostalgia bagi para mantan penghuni Asrama Daksinapati UI. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Paguyuban Daksinapati Universitas Indonesia (PDUI), Hassan Wirajuda dalam kongres sekaligus Reuni Akbar di Makara Hotel, kampus Universitas lndonesia, Depok, Jawa Barat pada Sabtu (17/9/2022). 

"Paguyuban Daksinapati merupakan salah satu kelompok alumni UI, dari berbagai fakultas yang dimaksudkan untuk menciptakan suasana kekeluargaan, persaudaraan, rukun, bersama memajukan rasa kecintaan diantara kita dan masyarakat luas," ungkap Hassan Wirajuda

 

"Mungkin dari paguyuban lain yang di UI, paguyuban inilah yang paling kompak apalagi kalo dilihat dari kehidupan alumni antar universitas. Kenapa? Karena malang melintang di asrama bersama- sama mengalami perjuangan yang tidak mudah," sambung Hassan yang merupakan mantan Menteri Luar Negeri Periode 2001-2009. 

Hassan mengakui dari sananlah (Daksinapati) dibangun semangat ke Indonesiaan pada dirinya.

Semua hal itu tertuang di dalam buku Asramaku Indonesiaku yang memiliki ketebalan 645 halaman. 

 

"Itu juga saya sangat menghargai keberhasilan kita mewujudkan buku Asramaku Indonesiaku. Bukan hanya tebelnya buku itu, namun buku itu saya nilai juga sangat padat. Dari situ bisa kita ambil pengalaman bahwa kelompok anak muda yang berasal dari berbagai daerah, disana rasa cinta kita kepada Tanah Air dibentuk," katanya ketika menceritakan isi buku Asramaku Indonesiaku. 

 

Dalam buku tersebut Hassan menyampaikan bahwa dengan latar belakang pentingnya Nation Building itulah asrama mahasiswa UI Daksinapati didirikan dalam kompleks kampus UI di Rawamangun yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 1953.

Baca juga: Tawuran Pecah di Jalan Roda Bogor Tengah, Seorang Remaja Tewas dengan Luka Bacokan

Baca juga: Sukses Gelar Reuni Akbar, Ketua Panitia Berharap Terjalin Silaturahmi Antar Anggota PDUI

"Dalam kehidupan di tengah kebhinekaan itulah kita terbiasa berdialog, saling belajar untuk bertenggang rasa, bertoleransi dan menghormati satu sama lain," ungkap Hassan. 

 

Sebagai bentuk gambaran bahwa asrama ini terdiri dari dua bangunan utama yang memanjang, masing-masing bertingkat tiga dan dapat menampung sejumlah 360 mahasiswa. 

 

Bangunan tersebut berkerangka besi dan baja nan kekar. 

 

Lantai satu diberi nama para penghuni 'magma bumi', lantai dua 'antarplanet' dan lantai tiga 'cakrawala'.

 

"Saya masuk sebagai penghuni asrama tahun 1970. Tahun itulah di mana masa pembentukan ke Indonesiaan saya dibentuk secara intens," ungkap Hassan.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved