Berita UI

Monolog Negeri Sarung di Universitas Indonesia UI, Rachmat Gobel: Santri Bisa Kontribusi di Industri

Santri bisa kontribusi di industri. Hal itu disampaikan Rachmat Gobel. Wakil Ketua DPR itu menyampaikannya di acara Monolog Negeri Sarung di UI.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Monolog Negeri Sarung di Universitas Indonesia UI, Rachmat Gobel: Santri Bisa Kontribusi di Industri 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Monolog Negeri Sarung di Universitas Indonesia UI, Rachmat Gobel: Santri bisa kontribusi di industri.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DPR (RI), Dr. (HC). H. Rachmat Gobel, menyampaikan bahwa para santri dapat ikut terlibat dalam memajukan dan mensejahterakan bangsa, yang tengah menghadapi dua tantangan dalam beberapa dekade mendatang, yaitu perubahan iklim dan geopolitik global.

Kedua tantangan ini berpengaruh terhadap Indonesia, terutama di bidang ketahanan pangan dan industri. Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa untuk diolah demi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Universitas Indonesia UI Terus Komitmen untuk Meningkatkan Mutu dengan Akreditasi Internasional

Jika hal ini dilakukan, tantangan geopolitik global yang memicu kenaikan harga bahan pokok di sejumlah negara dapat tertangani.

Salah satu langkah yang dapat diambil untuk menjawab tantangan ini adalah pengembangan potensi para santri.

Santri harus digali kemampuannya agar tidak hanya berkembang di dunia pendidikan, tetapi juga dapat berkontribusi di bidang industri.

Ia menyampaikan hal itu di Makara Art Center Universitas Indonesia (MAC UI), pada Sabtu (27/8/2022).

Baca juga: Universitas Indonesia UI Halal Center Perluas Kerjasama, Indonesia Tempati Posisi ke-4 Dunia

Hari itu diselenggarakan acara "Monolog Negeri Sarung” yang menampilkan Inayah Wahid, putri bungsu dari Presiden Keempat Republik Indonesia, Dr. K.H. Abdurrahman Wahid.

Pada monolog yang terdiri atas tiga babak ini, di babak pertama Inayah menampilkan “Sama-sama Cari Untung” yang mengisyaratkan pentingnya keberadaan teknologi untuk hal positif, bukan untuk aktivitas yang bersifat negatif, seperti perjudian.

Pada babak kedua, monolog menceritakan seorang pembeli yang beradu gengsi. Monolog tersebut memberi pesan agar masyarakat yang ingin membeli sesuatu harus melihat keindahan, makna, dan kualitasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved