Berita UI

Universitas Indonesia UI Terus Komitmen untuk Meningkatkan Mutu dengan Akreditasi Internasional

UI terus komitmen untuk meningkatkan mutu dengan akreditasi internasional. Ini penjelasan Rektor UI Prof Ari Kuncoro.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
Universitas Indonesia UI Terus Komitmen untuk Meningkatkan Mutu dengan Akreditasi Internasional 

Pertama, structural transformation (perubahan sektor pertanian ke sektor industri/jasa).

Kedua, technological innovation (mengubah yang tadinya sudah ada dan di-modified, dan juga menciptakan pekerjaan baru seperti ojek online dan youtuber).

Ketiga, population age structure (bonus demografi terjadi secara tidak merata, mengakibatkan sebagian orang pindah/bermigrasi ke tempat/wilayah yang menyediakan banyak sumber daya dan membutuhkan pekerja).

Keempat, green economy (gerakan yang timbul ke arah sustainable development dan kembali ke alam).

Kelima, uncertainty (pandemi dan perang yang membuat kehidupan bekerja berubah seperti work from home dan work with zoom).

"Namun kelima perubahan tersebut, intensitasnya tidak terjadi pada semua sektor, dan semua orang,” ujar pakar inovasi dan kewirausahaan, dari FEB UI. 

Sependapat dengan Turro, Prof. Chan Basaruddin sebagai narasumber kedua, menyampaikan perspektif perguruan tinggi secara keseluruhan bahwa kompetisi global yang terjadi saat ini dimana online learning di perguruan tinggi dapat diakses terbuka dengan mudah.

“Yang menjadi tantangan adalah semua perguruan tinggi di dunia dapat bersaing. Non-traditional providers of credentials seperti Google dan Tokopedia memberikan sumber belajar yang dapat digunakan sebagai modal mencari kerja. Hal ini menjadikan bahwa belajar tidak perlu ke perguruan tinggi,” ujar Prof. Chan. 

Tantangan bagi penjamin mutu akademik adalah karena perguruan tinggi adalah isu global, sehingga kualitasnya juga harus global. Lebih lanjut, Prof. Chan menjelaskan penjaminan mutu Perguruan Tingi dari an eagle-eye perspective.

“Bahwa perguruan tinggi bukan dikelola oleh seseorang profesional karena tidak ada profesional training untuk rektor, dekan, dan dosen. Berakar pada tradisi panjang bidang akademik seperti nilai-nilai universal, prestasi akademik, dan integritas,” kata Dekan Fakultas Ilmu Komputer UI periode 2004-2013. 

Baca juga: Mahasiswa Baru Universitas Indonesia UI Mulai Belajar Secara Hybrid, Perkuliahan Dimulai 29 Agustus

Prof. Chan mendefinisikan relevansi secara luas sebagai tingkat sensitivitas pada kebutuhan pemangku kepentingan. Relevansi mencakup tiga aspek, yaitu menjamin sustainability employment, personal development, dan semua lulusan akan aktif di masyarakat. Bidang kompetensi yang dibutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan disposisi.

Menurutnya, IQA & EQA adalah dua sisi pada koin yang sama, dengan tujuan akhir dari IQA yang berfungsi secara efektif menghasilkan budaya kualitas.  

Turut hadir dalam seminar tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud-ristek RI Prof. Tjitjik Srie Tjahtjandarie, Ph.D., Rektor UI periode 2002-2007 Prof. dr. Usman Chatib Warsa, SpMK, Ph.D., dan Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Logistik, Vita Silvira, S.E., Ak., MBA., CA.

Dari paparan para narasumber yang berpengalaman di bidang penjaminan mutu perguruan tinggi, webinar ini diharapkan memberikan pemahaman terhadap konsep, praktek, dan model penjaminan mutu pada institusi pendidikan tinggi.

Tak hanya itu, webinar ini juga diharapkan sebagai wadah bagi pelaku penjaminan mutu pendidikan tinggi seperti dosen, penjaminan mutu unit/personil dari PTN/Swasta di Indonesia, dan auditor/reviewer untuk bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai permasalahan dan pengalaman di lapangan. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved