Narkoba
Miris, Terlilit Hutang Pinjol dan Demi Bayar Kuliah Anak, Tiga Emak-emak Nekat Jadi Kurir Narkoba
Miris, Terlilit Hutang Pinjol dan Demi Bayar Kuliah Anak, Tiga Emak-emak Nekat Jadi Kurir Narkoba
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
S menyetujui menerima ketiga kuda (kurir) tersebut untuk mengantar paket karena untuk mengelabui aparat kepolisian.
Karena selama ini, belum pernah ada bandar yang memanfaatkan emak-emak untuk mengantar sabu.
Baca juga: Tak Hanya Kasus Suap, KPK Naikkan Status Kasus Gratifikasi IUP Mardani H Maming Jadi Penyidikan
Baca juga: Dalami Kasus Percobaan Pemerkosaan Ibu Kost, Polresta Bogor Kota Periksa Sejumlah Saksi
Sebelum merekrut, S menjelaskan pekerjaan ketiga orang itu yang dinilai mudah tapi penuh resiko yaitu tertangkap polisi.
Kendati begitu, ketiganya tak peduli dengan keberadaan polisi lantaran tergiur oleh upah yang besar. Beberapa hari kemudian, S menghubungi ketiganya untuk segera mangantar sabu ke Jakarta dan sudah disiapkan upah serta uang jalan.
Paket sabu seberat empat kilogram itu sudah disiapkan dalam ransel dan ketiganya berangkat menggunakan bus umum.
Tak ada sedikitpun perasaan takut akan dicegat aparat kepolisian, karena mereka merasa aman berada di dalam bus umum menuju Jakarta.
Tugas pertamanya sukses dan S memberi upah Rp 20.000.000 perkilogramnya atau dengan total sekira Rp 80 juta.
Uang itu kemudian dibagi tiga dan Y serta I akhirnya bisa melunasi hutang piutang serta membayar kuliah anaknya.