Selasa, 21 April 2026

Metropolitan

Ariza Pastikan Pembangunan Kampung Gembira Gembrong Pakai Dana Infak

Wagub DKI Pastikan Pembangunan Kampung Gembira Gembrong Pakai Dana Infak

Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berbincang dengan warga Pasar Gembrong, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Cipinang Besar Utara, Jatinegara pada Selasa (3/5/2022). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan pembangunan Kampung Gembira Gembrong, Jakarta Timur memakai dana infak.

Dana itu dikumpulkan dari para jemaah yang salat Ied Idulfitri 1443 H di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara pada Mei 2022 lalu.

 

“Bukan dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah), tidak ada sama sekali APBD. Sumbernya dari Baznas Bazis dan dari CSR (tanggung jawab sosial perusahaan),” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (4/7/2022) siang.

Ariza mengatakan, biaya pembangunan hingga Rp 7,8 miliar itu tidak hanya untuk membangun ulang pemukiman warga yang terbakar pada April 2022 lalu.

Tetapi digunakan untuk menata infrastruktur lain yang ada di sana, misalnya musalah, jalan dan sebagainya.

 

“Ada rumah 136 unit yang dibangun dengan total biaya kurang lebih Rp 7,8 miliar. InsyaAllah dalam tiga bulan ke depan akan selesai,” ujar mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Baca juga: Pemprov DKI Tegaskan Tak Perlu Libatkan DPRD DKI untuk Ganti 22 Nama Jalan di Jakarta, Ini Alasannya

Baca juga: Komisi A Bakal Panggil Eksekutif Buntut Tak Dilibatkan Dalam Perubahan 22 Nama Jalan

Diberitakan sebelumnya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DRPD DKI Jakarta memandang, pembangunan Kampung Gembira Gembrong, Jakarta Timur yang menggunakan dana infak menjadi salah satu solusi.

Sebab proyek yang melibatkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta memerlukan waktu yang cukup panjang, mulai dari pembahasan di wilayah hingga di DPRD DKI Jakarta.

 

Sekretaris I Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoekifli mengatakan, para korban kebakaran Pasar Gembrong berada dalam keadaan darurat.

Rumahnya ludes terbakar pada April 2022 lalu, sehingga perlu tempat tinggal yang layak dalam waktu segera.

 

“Seharusnya memang memakai dana APBD, tapi itu kan memakan waktu lama dan perlu dianggarkan dulu,” kata Taufik pada Senin (4/7/2022).

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved