STNK Baru Bisa Diantar ke Rumah, Ini Perbedaan Aplikasi Signal dan Sambara Untuk Bayar Pajak

Aplikasi Sambara bisa digunakan untuk membantu orang lain atau tetangga yang tidak bisa menggunakan handphone atau tidak mengerti teknologi

TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatn Daerah (PPPD) atau Samsat Kota Depok Enih Sri Murni turut mengecek pengendara yang melintas untuk memastikan pajak kendaraan tersebut telah dibayarkan saat menggelar operasi gabungan tertib administrasi di Jalan Boulevard Grand Depok City, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (8/6/2022) 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SUKMAJAYA - Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) atau Samsat Kota Depok berharap dengan adanya dua aplikasi dalam memenuhi kebutuhan dalam membayar pajak kendaraan, diharapkan masyarakat bisa lebih taat dan tepat waktu.

Kepala PPD Wilayah Depok 2 Enih Sri Murni mengatakan, saat ini masyarakat sudah bisa memanfaatkan aplikasi Signal dan Sambara yang bisa di unduh secara gratis di handphone android melalui Play Store.

"Dengan aplikasi Signal ataupun Sambara, masyarakat bisa membayarkan pajak kendaraan di mana pun dan kapan pun tanpa harus datang ke kantor Samsat," ujar Enih saat bincang-bincang dengan TribunnewsDepok.com dalam program Depok Hari Ini di Jalan Boulevard Grand Depok City, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (8/6/2022).

Enih mengatakan, Signal merupakan aplikasi yang dibuat atau dikeluarkan oleh Korlantas Polri, sementara Sambara adalah aplikasi keluaran Samsat.

Selain berbeda dari dua sisi tersebut, lanjut Enih, ada beberapa perbedaan dari kedua aplikasi yang bisa di unduh secara gratis oleh masyarakat.

"Sebenarnya tata caranya hampir sama, hanya saja kalau Signal memintai pindai wajah si pengguna, sedangkan Sambara tidak. Selain itu, kalau Signal per akun per orang sedangkan Sambara tidak demikian," papar Enih.

Dengan perbedaan per orang per akun ini, Enih mengatakan Signal hanya bisa digunakan untuk si pemilik akun atau tidak bisa digunakan untuk orang lain.

"Jadi, kalau Sambara misalnya saya nih, bisa pakai Sambara untuk membayarkan pajak kendaraan (atas nama) anak saya kalau Signal tidak bisa. Masyarakat juga bisa mendownload dua-duanya, jadi, kalau pas mau bayar kendaraan sendiri bisa pakai Signal atau pakai Sambara untuk bantu orang lain," tandasnya.

Baca juga: Terhenti 2 Tahun Akibat Pandemi, Samsat Depok Kembali Gelar Razia Pajak Kendaraan Selama Tiga Hari 

Oleh karena itu, Enih mengaku sangat memungkinkan bila aplikasi Sambara digunakan untuk membantu orang lain atau tetangga yang tidak bisa menggunakan handphone atau tidak mengerti teknologi.

Untuk penggunaan keduanya, dimulai dengan mengisi plat nomor kendaraan bermotor, kemudian NIK pemilik kendaraan, lalu mengikuti instruksi selanjutnya yang jelas terpampang pada kedua aplikasi tersebut.

Setelah semua proses pengisian selesai, pengguna akan mendapatkan nomor kode pembayaran yang bisa dilakukan melalui beberapa platform digital maupun gerai minimarket.

"Nanti tinggal tunjukkan kode pembayaran di kasih misalnya mau bayar di minimarket, atau bisa juga di ecommerce. Setelah selesai dibayar, akan mendapatkan bukti pembayaran," kata Enih.

Bukti pembayaran itu nantinya dikatakan Enih bisa disimpan dan di bawa oleh pengguna untuk mengambil STNK yang baru. Untuk pengguna Sambara, pengambilan STNK dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor Samsat yang ada di Cinere. 

Baca juga: Ini Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Melalui Aplikasi Signal

"Sementara di Signal, sudah ada penambahan fitur terbaru yakni masyarakat bisa memilih untuk mengambil langsung ke kantor (Samsat) atau di kirim karena kita juga sudah kerjasama dengan PT Pos untuk proses pengiriman STNK ke rumah," tandas Enih.

Sementara itu, Kepala PPPD Kota Depok Wilayah Depok 1 Dadi Darmadi mengatakan, pembayaran pajak kendaraan menggunakan Signal dan Sambara hanya bisa untuk kendaraan yang perpanjang tahunan.

"Kalau yang lima tahun atau ganti plat, itu masih tetap harus ke kantor Samsat karena akan ada pengecekan nomor rangka mesin," katanya.

Baik Dadi maupun Enih berharap kemudahan pembayaran pajak kendaraan melalui kedua aplikasi ini bisa membuat masyarakat lebih disiplin lagi dalam memenuhi kewajibannya.

"Karena sekarang sudah bisa bayar di mana aja dan kapan aja, enggak perlu antre atau datang jauh-jauh ke kantor (Samsat). Jadi, tidak ada alasan untuk tidak membayar atau menunggak pajak kendaraan," ujar Dadi.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved