Idul Fitri

Kisah Hamjah Pemudik dari Karawang yang Rindu Orangtua, Motornya Mogok Hingga Nginap di Tengah Hutan

Hamjah habiskan 28 Jam untuk pulang dari Ciamis ke Karawang, Motornya mogok hingga gginap di tengah hutan. Perjuangan keras karena rindu orangtua.

Editor: dodi hasanuddin
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Kisah Hamjah Pemudik dari Karawang yang Rindu Orangtua, Motornya Mogok Hingga Nginap di Tengah Hutan. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG - Kisah Hamjah pemudik dari Karawang yang rindu Orangtua, Motornya Mogok Hingga Nginap di Tengah Hutan

Hamjah Ridwan Asyakir (32) melakukan perjalanan pulang ke Karawang setelah mudik ke Ciamis menghabiskan waktu 28 jam dengan sepeda motor.

Bukan karena terjebak macet, Hamjah menempuh perjalanan satu hari empat jam itu karena sejumlah masalah pada kendaraannya.

Baca juga: Bintang Film Dewasa asal Jepang Maria Ozawa Kaget Filmnya Banyak Ditonton Warga Indonesia

Mulai dari ban bocor, hingga mesin motornya mogok di tengah hutan. Alhasil, dia harus tidur karena tidak ada toko sparepart yang buka.

Melepas kerinduan bertemu orangtuanya di Ciamis setelah dua tahun tidak mudik, harus dibayar mahal dan perjuangan luar biasa dengan apa yang menimpanya ketika itu.

"Dua tahun engga merasakan lebaran di kampung, ibu kadang suka main ke Karawang tapi kan beda di kampung banyak keluarga dan teman-teman yang sudah lama enggak ketemu pastinya suasana lebarannya beda, " kata Hamjah melalui sambungan telepon, Senin (9/5/2022).

Dia mengingat kembali kisah perjalanannya yany bisa dikatakan menjadi nasih apesnya.

Tepat di hari Sabtu (7/8/2022), sekitar Pukul 13.00 WIB. Hamjah siap untuk kembali ke Karawang dari kampungnya di Desa Budiasih, Kecamatan Sindangkasih, Ciamis.

Karena harus kembali bekerja pada hari Seninnya. Ia pun berboncengan dengan teman satu kampungnya Ujang menggunakan sepeda motor Vixion.

Baca juga: Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Pengguna KRL Jabodetabek Masih Rendah

Hamjah bercerita baru mulai perjalanan baliknya satu kilometer dari rumah, ban motornya kemudian kempes dan sobek. Terpaksa ia harus menganti ban motor.

"Masih di kampung, sudah ganti ban. Punya uang Rp300 ribu. Ganti ban Rp200 ribu, " kata Hamjah.

Setelah ganti ban motornya, perjalanannya Hamzah pun terasa lancar. Tapi sesampainya di Wado, Sumedang hujan mulai mengguyur.

Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Minta Guru Swab Antigen Sebelum Dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar

Ia meneduh kurang lebih satu jam. Kemudian melanjutkan perjalanannya kembali, tak lama setelah itu pun hujan kembali mengguyur hingga meneduh selama 1,5 jam.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved