Kriminalitas
Kisah Cinta Segitiga Berujung Maut, Pejabat Teras di Kota Makassar Jadi Otak Pembunuhan
Pejabat teras di Kota Makassar jadi otak pembunuhan. Kisah cinta segitiga berujung maut. Menyukai perempuan yang sama.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, MAKASSAR - Kisah cinta segitiga berujung maut, pejabat teras di Kota Makassar jadi otak pembunuhan.
Orang-orang sering bilang cinta itu buta atau dalam bahasa kerennya love is blind.
Lantaran butanya maka siapa saja dapat merasakan jatuh cinta. Termasuk mereka yang sudah memiliki pasangan.
Baca juga: Terima Aliran Dana DNA Pro Lesti Kejora dan Rizky Billar Diperiksa Polisi Hari Ini
Saking butanya orang-orang rela melakukan apa saja. Bahkan, untuk membunuh sekalipun.
Cinta buta itu pula yang dialami Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan.
Bahkan, yang terlibat seorang pejabat teras Pemkot Makassar. Dia pimpinan salah satu dinas di Pemkot Makassar.
Baca juga: Gara-gara Tabung Gas Bocor 4 Orang Karyawan Rumah Makan di Bekasi Dilarikan ke Rumah Sakit
Pejabat ini merupakan Kasatpol PP Kota Makassar berinisial MIA. Diduga pejabat ini menyukai perempuan di lingkungan Pemkot Makassar.
Ternyata perempuan tersebut juga disukai oleh pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang. Perlu diketahui kedua pria tersebut telah memiliki istri dan anak.
Akhirnya Najamuddin Sewang pun menemui ajalnya. Najamuddin tewas ditembak oleh suruhan Kasatpol PP Pemkot Makassar.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto membenarkan penembakan yang membuat Najamudin tewas bermotif cinta segitiga.
Otak penembakan Najamuddin adalah Kasatpol PP Kota Makassar. Penembakan itu dilakukan lantaran otak penembakan dan korban menyukai perempuan yang sama.
"Jadi motif dibalik penembakan itu adalah cinta segitiga. Otak pelaku yang merupakan Kasatpol PP Kota Makassar dan korban, petugas Dishub Kota Makassar suka dengan perempuan yang sama," ujar Kombes Pol Budhi Haryanto.
Eksekutor Oknum Polisi
Kombes Pol Budhi Haryanto menyebutkan bahwa oknum polisi berinisial SL terlibat dalam penembakan pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang.
Oknum polisi tersebut bertugas sebagai eksekutor.
Baca juga: Cerita Alumni Universitas Indonesia Mendirikan Farmaklik, Mangharukan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Foto-Cinta-Segita-ASN-Makassar.jpg)