Rabu, 22 April 2026

Berita UI

Cerita Alumni Universitas Indonesia Mendirikan Farmaklik, Mangharukan

Cerita mengharukan alumni Universitas Indonesia mendirikan Farmaklik. Farmaklik merupakan platform jual-beli online produk kesehatan.

Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Istimewa
Cerita Alumni Universitas Indonesia Mendirikan Farmaklik, Mangharukan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Cerita alumni Universitas Indonesia mendirikan Farmaklik, mengharukan.

Di Indonesia, start-up adalah model bisnis yang tumbuh cepat dalam empat tahun terakhir. Sayangnya, banyak start-up yang gagal, bahkan sebelum dikenal masyarakat.

Dalam acara puncak “UI Investment and Start-Up Forum” yang diadakan di Balai Sidang UI dan ditayangkan secara langsung di kanal Youtube, pada Kamis kemarin, Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan talkshow bertajuk “Managing Start-Up”.

Baca juga: SIL UI Hasilkan Teknologi Pengolah Limbah Pangan Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos Takakura dan MoL

Acara ini merupakan wujud komitmen UI untuk mendukung start-up dan founder muda dalam menyambut ekonomi digital yang berkembang saat ini.

Pada kesempatan tersebut, UI turut menghadirkan CEO dan Co-Founder dari Farmaklik, apt. Ridho Muhammad Sakti, S.Farm.

Farmaklik merupakan platform jual-beli online produk kesehatan. Platform ini menawarkan proses transaksi yang mudah, cepat, aman, transparan, dan dengan harga yang murah.

Baca juga: Daewoong Ingin Mengangkat Indonesia Sebagai Pusat Bioteknologi, Ini Kata Rektor UI Prof. Ari Kuncoro

Ridho menyatakan bahwa dari 30.000 apotek yang tergabung, 10 % merupakan apotek korporasi, sedangkan sisanya adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dari data ini, Farmaklik melihat adanya peluang bagi UMKM untuk dikembangkan secara luas.

Dengan teknologi yang menghubungkan setiap elemen dalam bisnis produk kesehatan, seperti supplier dan retail (apotek UMKM), Farmaklik memenuhi kebutuhan konsumen atas ribuan produk kesehatan.

Berawal dari adanya kekhawatiran atas sistem manajemen farmasi yang dipenuhi hal administratif, Ridho memutuskan mendirikan Farmaklik.

Pendirian ini juga dilatarbelakangi oleh banyaknya apoteker—terutama yang berbasis UMKM—yang kurang memiliki skill di bidang bisnis dan kesulitan mendapatkan akses modal.

Selain itu, kesulitan juga dirasakan produsen obat saat mendistribusikan produk, karena terbatasnya akses menuju pasar.

Baca juga: Walau Tak Berstatus Ibu Kota, Jakarta Harus Naik Kelas-Jadi Sentra Ekonomi Kreatif Internasional

Karena faktor tersebut, Farmaklik hadir untuk mendukung retail, termasuk klinik dan apotek, guna memaksimalkan penjualan dengan cara menghubungkan produsen dan apotek.

Perjalanan pendirian Farmaklik dimulai pada 2016. Saat itu, Ridho dan timnya merilis OBAT Apps yang merupakan aplikasi edukasi mengenai farmasi yang menghubungkan mentor, apoteker, serta universitas demi meningkatkan kualitas pendidikan, terutama bagi siswa yang ada di desa.

Para founder yang merupakan alumni UI itu selanjutnya merilis Farmaklik Poin of Sale (POS) pada 2018.

Baca juga: Uang Korban Binomo Masuk Kantong Keluarga Vanessa Khong, Jumlahnya Mencapai Rp 22,6 Miliar

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved