Senin, 8 Juni 2026

Depok Hari Ini

Oknum Guru Idap HIV Jajakan Layanan Seksual, Disdik Depok Lakukan Mitigasi

Oknum Guru Idap HIV Jajakan Layanan Seksual, Disdik Depok Lakukan Mitigasi dan Pendampingan Para Siswa 

Tayang:
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com/M. Rifqi Ibnumasy
OKNUM GURU - Kadisdik Depok, Wahid Suryono mendatangi sekolah tempat oknum guru yang menjajakan layanan seksual mengajar untuk melakukan mitigasi dampak negatif dari kasus tersebut, Senin (30/3/2026). (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy)   

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, SAWANGAN - Seorang oknum guru berinisial IM (35) menjajakan layanan seksual sesama jenis di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan pada Kamis (26/3/2026) malam.

Dalam aksinya, IM membagikan selembaran kertas berisi paket layanan seksual untuk pelajar hingga orang dewasa dengan tarif Rp20 ribu hingga Rp100 ribu.

Padahal, oknum guru yang mengajar di MTs wilayah Sawangan, Depok itu sudah mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus) sejak 2014 silam.

Baca juga: Tawarkan Jasa Seksual Sesama Jenis, Oknum Guru MTs di Depok Ngaku Terdesak Ekonomi 

Usai berita itu viral, Dinas Pendidikan (Disdik) Depok langsung mendatangi sekolah tempat pelaku mengajar untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Kadisdik Depok, Wahid Suryono menjelaskan, koordinasi tersebut membangun persepsi yang sama terkait peristiwa yang terjadi dan menentukan langkah-langkah mitigasi selanjutnya.

Prioritas utama yang dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan seluruh pihak di sekolah, termasuk siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua.

“Teridentifikasi bahwa oknum yang terlibat bukanlah warga Depok, melainkan warga Tangerang Selatan (Tangsel), dan tidak tercatat secara kesehatan di Depok,” kata Wahid, Senin (30/3/2026).

Langkah mitigasi yang dilakukan, pemerintah akan melakukan pemetaan (mapping), sosialisasi, serta pendampingan bagi siswa dan orang tua.

“Memastikan dunia pendidikan bebas dari kekerasan, perundungan (bullying), pelecehan seksual, maupun penyimpangan lainnya yang dapat mengganggu proses belajar mengajar,” jelaskan.

Wahid menegaskan, fokus utama saat ini bukanlah pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (screening), melainkan langkah-langkah pencegahan dan pendampingan untuk memastikan kondisi sekolah tetap kondusif. (m38)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved