Berita Nasional

Melambungnya Harga Minyak Goreng Disebut PKS Bukti Lemahnya Pemerintah Hadapi Pengusaha

Melambungnya Harga Minyak Goreng Disebut PKS Bukti Lemahnya Pemerintah Hadapi Pengusaha. Berikut Selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS drh. Slamet 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai Pemerintah Indonesia lemah menghadapi para pengusaha.

Hal ini buntut dari harga minyak goreng kemasan yang dilepas ke mekanisme pasar, sehingga harganya melejit di awal Ramadan 1443 H.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS drh. Slamet mengatakan, sebetulnya pemerintah mempunyai kewenangan tetapi tidak digunakan untuk menekan para pengusaha dalam memainkan harga.

Padahal stok minyak goreng berdasarkan penuturan Kementerian Perdagangan terkait mencukupi, namun sayangnya harga jual justru naik.

"Kemudian pengusaha juga rakus, mereka tidak mau berempati terhadap kesulitan rakyat dan mereka hanya memikirkan keuntungan ekonominya saja, sehingga keduanya ini sangat klop. Pertama lemahnya pemerintah dan kedua rakusnya para pengusaha sehingga membuat harganya naik," ujar Slamet pada Selasa (5/4/2022).

 

Slamet menyayangkan, Kementerian Perdagangan juga tidak memberi sanksi kepada pelaku usaha tersebut.

Padahal Menteri Perdagangan merupakan pembantu Presiden dalam mengantisipasi gejolak harga dan kecukupan pasokan pangan.

 

"Ini semakin menunjukkan lemahnya manajerial presiden di tengah situasi yang tidak begitu kondusif. Seharusnya presiden sudah me-reshuffle Menteri Perdagangan yang sudah gagal mengantisipasi kelangkaan bahan pangan pokok," kata Slamet.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved