Bulan Suci Ramadan
Mutiara Ramadan, Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib, Dididik Rasul dari Kecil Pemberani di Medan Perang
Sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib, dididik Rasul sejak kecil, pemberani di medan perang. Inilah cerita mutiara Ramadan.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Mutiara Ramadan, sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib, dididik Rasul sejak kecil, pemberani di medan perang.
Ali bin Abi Thalib merupakan Khulafaur Rasyidin. Ali menjadi khalifah setelah Usman bin Affan wafat.
Khalifah Ali bin Abi Thalib merupakan putra Abu Thalib paman Rasulullah.
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Umar bin Khattab, Keberhasilannya di Bidang Politik, Ekonomi dan Ilmu Pengetahuan
Dilansir dari Gramedia.com, Ali bin Abi Thalib sejak kecil telah dididik dalam rumah tangga Nabi Muhammad SAW.
Ali bin Abi Thalib dilahirkan di Mekkah, daerah Hijaz, Jazirah Arab, pada sekitar tahun 600 atau 10 tahun sebelum kenabian Muhammad.
Ayahnya, Abu Thalib, adalah paman dari Nabi Muhammad SAW. Ali memiliki nama asli Assad bin Abi Thalib.
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi Usman bin Affan yang Bergelar Zun Nurain, Membeli Sumber Mata Air
Nama Assad, yang berarti singa, dipilih sebagai harapan keluarganya agar mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani di antara kalangan Quraisy Mekkah.
Sedangkan nama ibu Ali bin Abi Thalib adalah Fatimah binti Asad, di mana Asad merupakan anak dari Hasyim, pendiri Bani Hasyim sekaligus kakek buyut Nabi Muhammad SAW.
Sebab itu, Ali merupakan keturunan Hasyim, baik dari sisi bapak ataupun ibu. Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi Nabi Muhammad SAW, yang tidak memiliki anak laki-laki.
Tak hanya dididik, Ali juga ikut berperang. Segala peperangan yang ditempuh oleh Nabi juga diikuti oleh Ali, kecuali perang Tabuk karena ia disuruh menjaga kota Madinah.
Baca juga: Palsukan Tanda Tangan, Jusuf Kalla Pecat Arief Rosyid dari Kepengurusan Dewan Masjid Indonesia
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa umur Ibnu Khattab berkata, “Ali ibn Abi Thalib adalah orang yang paling pandai menghukum di antara kami semuanya”.
Khalifah Ali bin Abi Thalib merupakan orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak.
Nabi Muhammad sejak kecil diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib kemudian setelah kakeknya meninggal diasuh oleh pamannya Abu Thalib.
Karena Rasulullah hendak membalas jasa pamannya, maka Ali diasuh oleh Nabi Muhammad. Karena kepintaran dan kedekatannya dengan Rasulullah, ia termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadis Nabi.
Keberaniannya juga terkenal dan hampir seluruh perang yang dipimpin Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib selalu berada di barisan terdepan.
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Ramadan, Imam Budi Hartono Minta Warga Depok Tak Panic Buying
Pada waktu pembaiatan, Ali berpidato setelah diangkat untuk menjadi khalifah yaitu “Wahai manusia, kamu telah membuatku sebagaimana yang telah kamu lakukan kepada khalifah-khalifah yang lebih dahulu daripadaku. Aku hanya boleh menolak sebelum jatuh pilihan. Apabila pilihan telah jatuh, maka tidak boleh menolak lagi.
Imam harus teguh dan rakyat harus patuh. Baiat terhadap diriku ini ialah baiat yang rata yang umum.
Barangsiapa yang memungkirinya maka terpisahlah ia dari agama Islam”. Pada masa itu, masih ada sahabat-sahabat yang masih belum mau mengakui Ali sebagai khalifah antara lain, Hasan Ibnu Tsabit, Abu Sa’id al-Khudri, dan Ka’ab bin Malik.
Keberhasilan Ali bin Abi Thalib
- Memberlakukan mushaf standar pada masa Usman bin Affan.
- Menjaga keutuhan Al-Qur’an dan mengumpulkannya dalam bentuk mushaf pada masa Abu Bakar Ash Shiddiq.
- Sahabat-sahabat nabi mulai menyebar ke pelosok untuk menyiarkan agama Islam dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ali-bin-Abi-Thalib.jpg)