Bulan Suci Ramadan

Jelang Ramadan Sejumlah Jalan di Kota Depok Macet Hingga Berjam-jam, Ini Penjelasan Dishub

Sejumlah jalan di Kota Depok macet hingga berjam-jam. Hal ini terjadi jelang Ramadan. Inilah penjelasan Dinas Perhubungan Kota Depok.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Jelang Ramadan Sejumlah Jalan di Kota Depok Macet Hingga Berjam-jam, Ini Penjelasan Dishub. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - Jelang Ramadan sejumlah jalan di Kota Depok macet hingga berjam-jam, Ini penjelasan Dishub.

Sepekan menjelang Ramadan 1443 Hijriah jalan-jalan yang di Kota Depok mengalami kemacetan.

Beberapa hari yang lalu terjadi kemcaten parah di Jalan Margonda Raya. Dari flyover Universitas Indonesia menuju pusat perbelanjaan Margocity membutuhkan waktu hampir satu jam lebih.

Baca juga: Sambut Ramadan Sekolah Relawan Bikin Program Baik itu Mudah, Ada juga Berbagi Makan untuk Dhuafa

"Memang biasa tiap sore dari Flyover UI ke Margocity itu macet. Tapi, dalam dua hari ini macetnya parah. Mungkin pada munggahan," kata Inul, warga Depok II.

Sementara itu, Dewi warga Ratujaya, Cipayung, Kota Depok menyatakan bahwa ia harus menempuh waktu hampir dua jam dari pertigaan Jalan Pemuda menuju Ratujaya.

"Kemarin kemacetan di Jalan Kartini parah banget. Mobil stag. Memang akhir pekan suka macet. Tapi kemarin macetnya parah bener," tutur Dewi.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah Jatuh pada Hari Minggu, 3 April 2022

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok memerkirakan kemacetan yang terjadi disejumlah ruas jalan Kota Depok disebabkan beberapa faktor.

Di antaranya jam pulang kerja, munggahan, dan turunnya level PPKM Kota Depok yang kini berada di Level 2.

"Karena kasus Covid-19 kan sudah mulai melandai dan pengetatan (aturan kegiatan) juga sudah dilonggarkan, sehingga masyarakat mulai beraktivitas kembali seperti ketika normal dulu," papar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Depok Marbudi saat dikonfirmasi TribunnewsDepok.com, Jumat (1/4/2022).

Menurut Marbudi, masih adanya kecemasan masyarakat terhadap penularan Covid-19 juga dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya jumlah volume kendaraan pribadi yang melintas.

Baca juga: Tak Lihat Hilal, Lembaga Falakiyah Pondok Pesantren Al Hidayah Basmol Tunggu Keputusan Pemerintah

Selain itu, pertumbuhan antara jalan dengan kendaraan yang tak seimbang pun turut membuat kamacetan semakin tak terhindakan.

"Di Depok itu pertumbuhan jalannya 0, 17 persen, sedangkan motor 30 persen dan mobil 9 persen, ini kan tidak seimbang, ibarat air di gelas itu ya sudah tumpah karena enggak tertampung lagi," tandasnya.

Tol Cijago Jadi Harapan

Marbudi mengakui saat ini belum secara konkrit perbaikan sarana transportasi massal mampu dilirik masyarakat, namun pihaknya terus mencari jalan keluar untuk bisa membuat masyarakat menggunakan transportasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved