Keracunan Makanan
Dinkes Depok Pastikan Puluhan Santri Diduga Keracunan Bukan Karena MBG
Menurut Mary, korban diduga keracunan usai menyantap makanan yang diolah di dapur pondok pesantren.
Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: murtopo
Laporan wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok memastikan puluhan santri yang diduga keracunan di wilayah Cimanggis tidak disebabkan makanan bergizi gratis (MBG).
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Dinkes Depok, Mary Liziawati pada Rabu (3/9/2025).
“Bukan MBG,” kata Mary melalui pesan singkat WhatsApp kepada wartawan.
Menurut Mary, korban diduga keracunan usai menyantap makanan yang diolah di dapur pondok pesantren.
Dapur tersebut memang digunakan untuk mengolah masakan untuk santri setiap harinya.
Baca juga: Puluhan Santri di Cimanggis Depok Diduga Keracunan, Sebagian Masih Dirawat di RS Brimob Kelapa Dua
“Itu masakan dapur pondok pesantren yang memang sehari-hari masak untuk santrinya,” ujarnya.
Sebelumnya, puluhan santri pondok pesantren di wilayah Cimanggis, Depok, Jawa Barat diduga keracunan usai menyantap makanan.
Usai kejadian tersebut, para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Brimob, Jalan Komjen Pol M Jasin, Kelapa dua.
Informasi dari Humas RS Brimob, jumlah pasien yang datang mencapai 57 santri pada Senin (1/9/2025).
Baca juga: Ikan Lokal Asli Ciliwung hanya Tersisa 26 Jenis, Terancam Punah oleh Pencemaran Lingkungan
“Pada tanggal 1 September datang sebanyak 57 orang, 31 rawat inap dan 26 rawat jalan,” tulis Humas RS Brimob melalui WhatsApp, Rabu (3/9/2025).
Selanjutnya pada Selasa (2/9/2025), jumlah pasien santri yang datang bertambah 9 orang dan seluruhnya menjalani rawat inap.
“Tanggal 3 datang 2 orang dan seluruhnya dirawat,” ungkapnya.
Dari total 42 pasien yang menjalani rawat inap, 10 santri sudah dinyatakan baik dan diperbolehkan pulang pada Selasa (2/9/2025) kemarin.
Baca juga: Anggota Karang Taruna Diduga Membakar Halte Trans Jakarta, Ini Tanggapan Karang Taruna DKI Jakarta
Humas RS Brimob menjelaskan, santri yang masih menjalani perawatan di RS Brimob kini kondisinya perlahan membaik.
“Untuk kondisi sudah membaik, keluhan awal mual, muntah, pusing dan mencret, terkait penyebab kami belum bisa menyimpulkan karena menjadi kewenangan dari Dinkes,” pungkasnya. (m38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kepala-Dinkes-Depok-Mary-Liziawati-soal-santri-keracunan.jpg)