Podcast UI
Sosok drg. Nurtami, Ph.D., Sp, OF(K), Dokter Gigi yang Ahli dalam Ilmu Forensik
Kegemarannya akan profesi dokter gigi bertambah saat menyaksikan acara TV yang mempertontonkan profil dan praktik seorang dokter gigi
Penulis: Alex Suban | Editor: Umar Widodo
Dari percakapan itu, Nurtami mendapat informasi bahwa Polri sedang membuat Lab DNA Forensik pada tahun 2007.
Para anggota Polri yang sudah mengetahui rekam jejak Nurtami mengajak dirinya untuk menjadi konsultan di Lab DNA tersebut.
“Jadi begitu mereka tahu rumah saya dekat dari lab dan mendalami ilmu forensik, saya langsung dipanggil dan saya diminta untuk menjadi konsultan. Wah enak juga rumah dekat dari lokasi dan bisa kerja di lab. Minggu depannya saya dipanggil. Dan lab itu deket sekali dengan rumah saya cuma 5 menit. Saya kan tinggal di daerah Rawamangun waktu itu,” ujarnya.
Dari pengalaman bekerja di Lab Forensik Polri tersebut, Nurtami mulai akrab dengan orang-orang dan komunitas yang ahli di bidang forensik. Ilmu forensic memberi sebuah pelajaran berharga.
Nurtami mengatakan, melakukan identifikasi forensik seyogiaya memperhatikan aspek nilai budaya, agama, dan kepecayaan masyarakat.
Selain itu, ia juga belajar untuk mengedepankan sifat kerja tim dan mengurangi penonjolan diri sendiri dalam ruang kerja.
“Dalam ruang forensik, tidak hanya mengedepankan nilai-nilai sainsnya, tapi juga berbicara pada budaya Indonesia yang beragam. Kemudian juga empati terhadap orang mengalami bencana. Jadi kepekaan itu yang harus terasah dalam setiap insan profesi forensik. Dan sifat yang menonjolkan diri itu untuk semakin dikurangi dan lebih ke kerja tim, Itu yang saya peroleh dari pengalaman saya,” pungkasnya. (m29)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Nurtami.jpg)