PODCAST UI

Podcast UI: Kejar Mimpi Universitas Top Dunia, Universitas Indonesia Garap 4000 Riset per Tahun

Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi, Nurtami, mengatakan dalam kurun waktu 3 tahun ke depan UI diprediksi masuk 100 universitas top terbaik dunia

Penulis: Alex Suban | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok/Muhamad Fajar Riyandanu
Nurtami, Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi, saat ditemui di Integrated Laboratory Research Center UI saat berbincang bersama TribunnewsDepok.com, pada Jumat (25/2/2022), siang. 

Laporan TribunnewsDepok, Muhamad Fajar Riyandanu

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOKUniversitas Indonesia (UI) terus berupaya untuk merangsek ke jajaran elit kampus dunia.

Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi, Nurtami, mengatakan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, UI diprediksi masuk dalam 100 universitas top terbaik dunia. 

“Jadi bukan mimpinya UI saja, tapi Indonesia. Ada universitas di dalam negeri yang masuk ke 100 dunia dari ribuan. Posisi UI kan sekarang di 200-an jadi bisa dilihat kan perjalannya masih cukup jauh. upayanya dari sisi riset dan membangun lingkungan dan semangat dari seluruh civitas akademika,” kata Nurtami saat ditemui di Integrated Laboratory Research Center UI pada Jumat (25/2/2022), siang. 

Menurut Times Higher Education (THE), sebuah laman yang memperlihatkan peringkat kampus dari seluruh dunia, UI berada di peringkat 194 universitas top di Asia pada tahun 2021.

Baca juga: Entrepreneur University Paradigma Baru UI yang Dulunya Teaching University dan Research University

Sementara menurut QS World University Ranking 2022, UI berada di peringkat 290 universitas terbaik dunia. 

“Kalau bicara tentang pemeringkatan dunia parametenya antara lain reputasi akademik, bagaimana lulusan UI itu digunakan oleh stakeholder, hasil riset apakah bau dan gaungnya itu masuk dalam radar global. Jadi memang semua sekarang berbenah, berusaha memperbaiki, mengkoreksi capaian di aspek-aspek yang menjadi parameter itu,” sambung Nurtami. 

Lebih lanjut, kata Nurtami, UI saat ini sedang fokus pada peningkatan kuantitas dan kualitas riset yang dihasilkan.

Seluruh dosen dan mahasiswa harus sudah bergerak maupun terlibat dalam penelitian menurut disiplin ilmu yang mereka kuasai.

Baca juga: Sesuaikan Kebutuhan Masyarakat dan Industri, UI Masifkan Riset di Bidang Kesehatan dan Elektronik

“Jadi UI juga improvisasi dari lingkungan riset dari sisi kuantitasnya dulu. Kemudian UI harus lebih menajamkan lagi di level kualitas. Nah sekarang kualitas ini yang harus benar-benar digarap. Antara lain harus melakukan global network research. Jadi melakukan riset itu gak boleh sendirian, harus berpartner dengan mitra baik di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.  

UI pun mewajibkan kepada seluruh komunitas atau perhimpunan rumpun ilmu yang ada berada di naungan UI harus menjadi bagian dari komunitas dunia.

Nurtami mencontohkan, komunitas mahasiwa Teknik mesin di UI harus tergabung dalam komunitas mahasiswa Teknik mesin dunia. 

Baca juga: Podcast UI: Masuk Usia 72 Tahun UI Usung Paradigma Entrepreneur University, Fokus 5 Kajian Bidang

“Kemudian di bidang kesehatan ya harus masuk di asosiasi-asosiasi jantung, penyakit dalam harus masuk di grup itu. Jadi orang luar itu kalau bicara Indonesia itu tanya 'siapa ahlinya'. Daya tarik itu yang harus UI ciptakan,” ujar Nurtami. 

Wanita yang juga menjalani profesi sebagai Dosen di Fakultas Kedokteran Gigi UI ini menambahkan, dalam satu tahun, UI rata-rata bisa menghasilkan 4000 hasi riset dalam bentuk publikasi ilmiah, karya tulis popular, maupun diseminasi dalam bentuk konferensi atau seminar.  

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved