Tapos Depok

Kasus Covid-19 di Tapos Tinggi, Camat Abdul Mutolib Minta Kampung Siaga Tangguh Jaya di RW Digiatkan

Warga juga diminta gerak cepat dalam berkoordinasi dan berkomunikasi dalam mengatasi masalah terkait warga yg terpapar Covid 19.

Editor: murtopo
Diskominfo Kota Depok
Camat Tapos Abdul Mutolib 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Lonjakan kasus covid-19 di Kecamatan Tapos Depok per tanggal 7 Februari 2022 total mencapai 1.097 kasus.

Sementara kelurahan dengan angka tertinggi penyebaran tertinggi ada di Kelurahan Sukatani dengan 347 kasus.

Disusul Kelurahan Jatijajar 220 kasus dan Kelurahan Sukamaju Baru 197 kasus.

Camat Tapos Abdul Mutolib meminta kepada warga Tapos untuk tetap semangat untuk mematuhi prokes, terus bergotong royong untuk membantu warga yg membutuhkan.

Abdul Mutolib juga meminta agar kegiatan Kampung Siaga Tangguh Jaya di masing-masing RW kembali dilakukan.

Baca juga: Kota Depok PPKM Level 3, Mohammad Idris Pantau Terus Tren Kenaikan Kasus Covid Sepekan Ini

Warga juga diminta gerak cepat dalam berkoordinasi dan berkomunikasi dalam mengatasi masalah terkait warga yg terpapar Covid 19.

Sementara itu Abdul Mutolib juga melakukan langkah preventif dalam menekan angka penularan Covid-19 di wilayah Tapos.

Salah satunya, dengan membuat isolasi terpusat (isoter) di tingkat RW.

Abdul Mutolib saapaan akrabnya, mengatakan, langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus konfirmasi positif di Kota Depok.

Baca juga: Kerap Ditolak Warga, Pemkot Depok Sulit Dirikan Lokasi Isolasi Berbasis Masyarakat

Pihaknya, menyiapkan posyandu sebagi Isoter di tingkat RW.

Sementara lokasi lain yang sudah dijajaki untuk menjadi tempat isolasi terpusat adalag gedung lama Puskesmas Jatijajar dan Rumah Susun yang terdapat di Kelurahan Jatijajar.

"Selain posyandu kami juga sudah menjajaki lokasi lain sebagai alternatif lokasi Isoter. Seperti di gedung lama Puskesmas Jatijajar dan Rumah Susun (Rusun) yang terdapat di Kelurahan Jatijajar," tutur Abdul Mutolib seperti dilansir berita.depok.go.id, Senin (07/02/22).

Abdul Mutolib menjelaskan, isoter yang sedang disiapkan dilengkapi berbagai fasilitas seperti tempat tidur, kamar mandi, obat-obatan dan pemantauan dari puskesmas.

"Saat ini masih dalam tahap persiapan, jika dibutuhkan dan diizinkan oleh masyarakat sekitar atau dalam kondisi darurat secepatnya akan kami buka," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Depok Akan Berlakukan PTM 25 Persen Bila Belum Terjadi Penurunan Kasus Covid-19 Pekan Depan

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved