Kamis, 9 April 2026

Metropolitan

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Status DKI Jakarta Tetap PPKM Level 2, Ini Alasannya

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Status DKI Jakarta Tetap PPKM Level 2. Ini Alasannya

Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut saat ini status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jakarta masih tetap berada di level dua.

Hal ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 06 tahun 2022 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 201 di Wilayah Jawa dan Bali.

“Masih di level dua, kita tunggu dari pemerintah pusat ya, sekali lagi PPKM itu kami mengikuti keputusan kebijakan pemerintah pusat,” kata Ariza pada Senin (31/1/2022) malam.

Ariza mengatakan, pemerintah daerah akan melaksanakan tugas yang diberikan pemerintah pusat dengan baik.

Hingga kini, Ariza beranggapan Jakarta belum berada pada gelombang ketiga pandemi Covid-19 sekalipun kasus Omicron dari Afrika Selatan meningkat.

“Kalau terkait apakah gelombang tiga, nanti kami lihat tapi kalau dilihat dari datanya belum seperti dulu pada Juni-Juli 2021,” ujar Ariza.

Meski demikian, Ariza tidak bermaksud mengabaikan dan menyepelekan penyebaran Omicron.

Dia berharap kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah dan mematuhi prokes 5M yang seperti diimbau Presiden RI Joko Widodo.

Baca juga: Wajib Laksanakan PTM 100 Persen, Pemkot Depok Segera Kirim Surat ke Mendagri dan Gubernur Jawa Barat

Baca juga: Waduh, Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kota Depok Bertambah 3454 Kasus Selama Sepekan Terakhir

“Sekali lagi tempat terbaik di rumah, Pak Jokowi menyebut jangan keluar negeri, jadi dibatasi dan dikurangi kecuali sangat penting. Termasuk keluar kota, liburan Imlek takutnya karena liburnya kejepit (bepergian), saya harapannya nggak ada yang pergi,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta pada Senin (31/1/2022) naik 4.580 kasus, sehingga jumlah kasus aktif mencapai 27.977 orang.

Mereka ada yang menjalani perawatan atau isolasi di fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah, atau isolasi mandiri di rumah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, 26.809 orang dari jumlah kasus aktif merupakan transmisi lokal.

Sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri.

Dwi turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta.

“Dari 2.892 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.581 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 1.311 lainnya adalah transmisi lokal,” ujar Dwi.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved