Depok Heritage
Jejak Sejarah Orang Cina di Depok, dari Larangan Bermukim Hingga Kawasan Legenda Pondok Cina
Orang-orang Cina memilih mondok di pinggiran kota Depok. Sebab, ada larangan bagi mereka dari Cornelis Chastelein untuk tinggal di kota Depok.
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Tidak banyak ditemui jejak sejarah orang-orang Cina di Kota Depok lantaran mereka hanya singgah dan tidak menetap lama di Depok.
Seperti dilansit dari TribunJakarta, Dalam buku Berkembang dalam Bayang-bayang Jakarta: Sejarah Depok 1950 - 1990 an yang ditulis oleh Tri Wahyuning M Irsyam disebutkan orang-orang Cina ada di Depok sejak abad 18.
Mereka yang merupakan para pedagang ini kemudian bermukim di daerah Pondok Cina.
Namun, orang-orang Cina memilih mondok di pinggiran kota Depok.
Sebab, ada larangan bagi mereka dari Cornelis Chastelein untuk tinggal di kota Depok.
Baca juga: Mengulik Sejarah Bangunan YLCC, Bentuk Perhatian Cornelis Chastelein Kepada 150 Budak
Ketua Komunitas Depok Heritage, Ratu Fara Diba mengatakan bahwa hanya sedikit sisa-sisa jejak sejarah orang-orang Cina di Kota Depok.
Ratu mengatakan saksi bisu jejak orang Cina di Pondok Cina tinggal tersisa dua saja.
Dua saksi bisu adalah makam dengan nisan bertuliskan kata-kata berhuruf Cina dan rumah era kolonial yang dikenal dengan nama Rumah Tua Pondok Cina.
Nisan ini berada di Jalan Karet sedangkan Rumah Tua Pondok Cina saat ini berada di dalam kompleks Margo City.
Baca juga: Asal Usul 12 Marga dan Kisah Cornelis Chastelein Hibahkan Tanahnya di Depok
Ratu menjelaskan tak banyak peninggalan sejarah orang-orang Cina lantaran mereka hanya singgah tanpa menetap lama.
Bahkan, di kawasan tersebut tidak ditemukan adanya sebuah klenteng.
Ia memperkirakan orang-orang Cina ini kemudian bergeser untuk beribadah di Klenteng besar yang kini bernama daerah Lenteng Agung.
"Mungkin saja mereka ibadahnya di Lenteng Agung tidak di Pondok Cina. Sebab, kita tidak menemukan adanya klenteng di sini," tambahnya.
Selain klenteng di Lenteng Agung, mereka juga diperkirakan pergi ke daerah Cibinong.
Sebab, di sana ditemukan adanya klenteng tua.