Rabu, 6 Mei 2026

Berita UI

UI Sebut Perubahan Iklim Akibat Pemanasaan Global, Energi Nuklir Termasuk Ramah Lingkungan

Energi nuklir termasuk energi ramah lingkungan. UI sebut perubahan iklim akibat pemanasaan global. Salah satu negara penumbang Indonesia.

Tayang:
Penulis: dodi hasanuddin | Editor: dodi hasanuddin
Dok. Humas dan KIP UI
UI Sebut Perubahan Iklim Akibat Pemanasaan Global, Energi Nuklir Termasuk Ramah Lingkungan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - UI sebut perubahan iklim akibat pemanasaan global, energi nuklir termasuk ramah lingkungan.

Negara-negara industri dan termasuk Indonesia, menghasilkan emisi karbon yang luar biasa, sehingga menyebabkan pemanasan global yang berdampak pada terjadinya perubahan iklim.

Baca juga: Analisis Doktor Ekonomi UI: 80 Persen Total Aset Perbankan Dimiliki Konglomerasi Keuangan

Hal ini menimbulkan kekhawatiran, sehingga penyebab pemanasan global tersebut harus diatasi.

“Kita harus mendapatkan energi yang bersifat ramah lingkungan dan berkelanjutan karena saat ini perubahan iklim dunia sudah terjadi sangat ekstrim salah satunya disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan yang menimbulkan efek gas rumah kaca yang berakibat pada mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan," kata Prof. Ir. Ari Handoko Ramelan, M.Sc. (Hons), Ph.D.,

"Selain itu penurunan populasi alga sebagai sumber energi bagi berbagai biota yang mengakibatkan penurunan jumlah populasi biota,” tambahnya dalam presentasinya pada kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Akademik yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI).

Baca juga: Diskusi Bersama Panglima TNI, Rektor Universitas Indonesia Bahas Penguatan Kerjasama UI-TNI

Dari hasil kajian tersebut, didapatkan bahwa nuklir merupakan energi yang memiliki density yang tertinggi diantara sumber energi lainnya.

Selain itu, nuklir merupakan sumber energi dengan emisi dan tingkat risiko yang paling rendah dibandingkan sumber energi alternatif lainnya.

Pihaknya juga mengakui bahwa, saat ini penggunaan energi nuklir masih menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat.

Dalam pidato sambutannya, Wakil Direktur SIL UI Dr. Dodi Abdul Cholil menyampaikan bahwa target pemerintah untuk menggunakan energi ramah lingkungan yang berbasis bebas karbon menuju Indonesia yang lebih sejahtera pada tahun 2050, salah satu energi alternatif yang ditawarkan adalah energi nuklir.

Pihaknya juga berharap kajian akademik ini dapat menjadi acuan dan pertimbangan pemangku kepentingan untuk memutuskan kebijakan demi kemaslahatan masyarakat banyak.

Pada kegiatan diseminasi kajian hasil akademik ini, dipaparkan empat alasan mengapa empat alasan Energi Listrik Ramah Lingkungan (ELRL) sangat dibutuhkan. 

Baca juga: UI Sampaikan Restorasi Gambut Dapat Kurangi Dampak Bencana Kebakaran Hutan, Dapat Gunakan Dana Desa

Pertama, untuk mencapai kesejahteraan pada tahun 2050 sesuai dengan target pemerintah.

Untuk mengejar peningkatan kesejahteraan masyarakat, harus dilakukan berbagai upaya peningkatan ekonomi yang secara tidak langsung meningkatkan konsumsi listrik di Indonesia, sehingga pemerintah harus meningkatkan ketersediaan listrik hingga 4000 kw/h per kapita di tahun 2050.

Kedua, transisi energi primer terutama yang berasal dari batubara. Hal ini didasarkan pada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan oleh batubara, terutama efek negatif terhadap lingkungan.

Baca juga: Vokasi UI Buka Klinik Pajak, Diperuntukkan Bagi Umum, Silahkan Konsultasi Gratis

Selain itu, cadangan batubara Indonesia dengan kalori tinggi diprediksi akan habis pada tahun 2040 serta adanya tekanan dari dunia internasional untuk menghentikan penggunaan batubara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved