Kabupaten Bogor
Bogor Barat Makin Macet, Bupati Ade Yasin Akan Batasi Jam Operasional Truk Tambang
Selain menimbulkan kemacetan di wilayah ini, truk-truk tambang ini juga sangat merusak jalan-jalan yang sudah dibangun Pemkab Bogor.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CIBINONG - Kemacetan kronis yang terjadi di wilayah Bogor Barat saat ini dikeluhkan oleh masyarakat.
Persoalan ini pun telah dibahas oleh Bupati Bogor Ade Yasin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ade Yasin telah memberikan arahan untuk mencari solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang terkait persoalan ini.
"Solusi jangka pendeknya, saya meminta Sekda Kabupaten Bogor untuk merumuskan Peraturan Bupati berkaitan dengan pembatasan jam operasional bagi truk tambang," kata Ade, Rabu (22/12/2021).
Baca juga: Jadi Masalah Serius, Ade Yasin Akui Terkendala Anggaran Atasi Kemacetan di Wilayah Bogor Barat
Pembatasan ini berkaitan dengan begitu banyaknya truk tambang yang berputar ke Bogor Barat karena mereka tidak bisa lewat ke Tanggerang Selatan.
Selain menimbulkan kemacetan di wilayah ini, truk-truk tambang ini juga sangat merusak jalan-jalan yang sudah dibangun Pemkab Bogor.
"Ketika tidak ada kegiatan pergerakan manusia mereka baru boleh beroperasi, malam hari dari jam 20.00 WIB sampai jam 05.00 pagi," paparnya
Pada pagi hari ketika banyak kegiatan sekolah dan aktivitas lainnya, lanjut Ade, mereka harus stop dulu.
"Kita harus saling mengerti semua punya kepentingan yang sama, sebab ada yang sekolah, ada yang kerja. Mereka harus bisa ngerem, jangan 24 jam terus menerus," tegasnya.
Baca juga: Ketua DPRD Rudy Susmanto Minta Pemkab Bogor Lebih Kreatif dan Inovatif Kelola Potensi Daerah
Politisi PPP ini menjelaskan ada 9 titik kemacetan di wilayah Bogor Barat. Karena itu perlu ditentukan mana yang menjadi penanganan APBD, mana APBD Provinsi dan mana yang APBN.
"Kita harus dipilah-pilah karena tidak mungkin kuat jika Pemkab Bogor yang membiayai semua," paparnya.
Selain penertiban jam operasional, solusi jangka pendek lainnya adalah penempatan petugas Dalops lapangan di beberapa titik kemacetan untuk membantu mengurai kemacetan.
"Jalur-jalur alternatif yang sekiranya menyumbang kemacetan juga harus ditinjau ulang," tutur Ade.
Baca juga: Hujan Lebat Guyur Kabupaten Bogor, Ratusan Rumah di Jasinga dan Babakan Madang Terendam Banjir
Untuk solusi jangka menengah, Pemkab Bogor akan banyak memperbaiki jalan rusak, khususnya jalan Kabupaten Bogor. Sementara jalan provinsi dan nasional akan diserahkan ke Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kemacetan-parah-kerap-terjadi-di-kawasan-Bogor-Barat.jpg)