Kamis, 9 April 2026

Pendidikan

PPDI Kota Depok Sebut Anak Down Syndrome Sulit Terima Akses Pendidikan

Anak down syndrome sulit terima akses pendidikan. PPDI Kota Depok catat ada 751 penyandang disabilitas di Depok.

Penulis: Alex Suban | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Muhamad Fajar Ryandanu
PPDI Kota Depok Sebut Anak Down Syndrome Sulit Terima Akses Pendidikan. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, DEPOK - PPDI Kota Depok sebut anak down syndrome sulit terima akses pendidikan.

Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesai (PPDI) Depok mencatat ada 751 orang penyandang disabilitas yang menetap di Kota Depok. 

Baca juga: Akses Pendidikan Penyandang Disabilitas di Depok Minim, Banyak yang Sudah Besar Tapi Tak Sekolah

Menurut Natalina selaku Ketua PPDI Depok, mayoritas penyandang disabilitas di Kota Depok merupakan penyintas tunadaksa.

"Saat ini mayoritas adalah tunadaksa. Karena mungkin korban kecelakaan, selain yang dari lahir," kata Natalina saat ditemui di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Wisma Hijau Cimanggis, Depok pada Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Akses Pendidikan Penyandang Disabilitas di Depok Minim, Banyak yang Sudah Besar Tapi Tak Sekolah

Natalina menambahkan bahwa dari 751 penyandang disabilitas di Kota Depok, mayoritas masih berusia anak-anak.

Mereka menemui persoalan yang sama, yakni minimnya akses pendidikan. 

"Mirisnya dari beberapa anak kami yang sudah usia sekolah mereka bingung seperti teman-teman tunanetra 'bisa gak ya saya sekolah' takut tidak diterima di sekolah tersebut apalagi anak-anak yang down syndrome," sambung Natalina. 

Di sejumlah kasus, Natalina pernah menemui anak dengan down syndrome yang ditolak oleh sekolah negeri maupun sekolah luar biasa. 

"karena identik dengan, maaf, IQ di bawah rata-rata. Di sekolah negeri gak ada yang menerima, SLB juga gak ada yang terima, karena IQnya. Tapi kalau untuk swasta masih ada yang mau terima," ujarnya. 

Baca juga: Info Terkini Cuaca Depok Jumat 10 Desember, Prakiraan BMKG: Hujan Hingga Malam Waspada Angin Kencang

Oleh sebab itu, Natalina berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bisa lebih memperhatikan penyandang disabilitas terutama dalam akses pendidikan. 

"Kami minta kepada Pemkot Depok supaya anak-anak kami bisa ikut bersekolah, mengeyam pendidikan itu penting. Masih banyak teman-teman kita yang sudah besar tapi dia tidak sekolah," kata Natalia saat ditemui di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Wisma Hijau Cimanggis, Depok pada Kamis (9/12/2021), siang. 

Ia menilai, jumlah lembaga pendidikan khusus tidak sebanding dengan jumlah penyendang disabilitas di Kota Depok. Menurut Natalia, jumlah penyandang disabilitas yang terdata di PPDI Kota Depok sebanyak 751 orang. 

"Di Kota Depok ini kan hanya ada 12 Sekolah Luar Biasa (SLB). 11 milik Swasta dan 1 Negeri. Tapi itu belum maksimal, karena 1 sekolah itu gak sampai 50 orang yang diterima karena keterbatasan. 1 kelas paling 8 orang yang diterima," sambung Natalina. 

Baca juga: Angela Gilsha Akui Kini Bermian dengan Hati, Hamil di Luar Nikah dan Besarkan Anaknya Sendirian

Selain akses ke sekolah, Natalina juga menyoroti minimnya jumlah tenaga pendidik khusus SLB. Ia menyebut, tenaga pendidik SLB di wilayah Depok mayoritas tidak memiliki latar belakang pendidikan SLB. 

"Karena satu sekolah itu masih kurang (tenaga pendidik) dan mereka itu guru-guru yang bukan lulusan SLB. Guru biasa, pendamping-pendampingnya juga. Ada juga yang ditarik dari pekerja sosial," paparnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved