Pendidikan

Akses Pendidikan Penyandang Disabilitas di Depok Minim, Banyak yang Sudah Besar Tapi Tak Sekolah

Akses pendidikan bagi penyandang disabilitas masih minim, Pemkot Depok diminta tambah SLB dan tenaga pendidik khusus.

Penulis: Alex Suban | Editor: dodi hasanuddin
TribunnewsDepok.com/Muhamad Fajar Ryandanu
Akses Pendidikan Penyandang Disabilitas di Depok Minim, Banyak yang Sudah Besar Tapi Tak Sekolah. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Akses pendidikan penyandang disabilitas di Depok minim, banyak yang sudah besar tapi tak sekolah.

Penyandang disabilitas juga memilik hak yang sama dengan lainnya dalam mengenyam pendidikan.

Baca juga: Info Terkini Cuaca Depok Jumat 10 Desember, Prakiraan BMKG: Hujan Hingga Malam Waspada Angin Kencang

Termasuk penyandang disabilitas di Kota Depok.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesa (PPDI) Depok, Natalina, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bisa lebih memperhatikan penyandang disabilitas terutama dalam akses pendidikan.

"Kami minta kepada Pemkot Depok supaya anak-anak kami bisa ikut bersekolah, mengeyam pendidikan itu penting. Masih banyak teman-teman kita yang sudah besar tapi dia tidak sekolah," kata Natalia saat ditemui di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Wisma Hijau Cimanggis, Depok pada Kamis (9/12/2021), siang.

Ia menilai, jumlah lembaga pendidikan khusus tidak sebanding dengan jumlah penyandang disabilitas di Kota Depok. Menurut Natalia, jumlah penyandang disabilitas yang terdata di PPDI Kota Depok sebanyak 751 orang.

"Di Kota Depok ini kan hanya ada 12 Sekolah Luar Biasa (SLB). 11 milik Swasta dan 1 Negeri. Tapi itu belum maksimal, karena 1 sekolah itu gak sampai 50 orang yang diterima karena keterbatasan. 1 kelas paling 8 orang yang diterima," sambung Natalina.

Baca juga: Kasus Video Asusila Berlanjut, Gisella Anastasia Sambangi Polda Metro Jaya

Selain akses ke sekolah, Natalina juga menyoroti minimnya jumlah tenaga pendidik khusus SLB. Ia menyebut, tenaga pendidik SLB di wilayah Depok mayoritas tidak memiliki latar belakang pendidikan SLB.

"Karena satu sekolah itu masih kurang (tenaga pendidik) dan mereka itu guru-guru yang bukan lulusan SLB. Guru biasa, pendamping-pendampingnya juga. Ada juga yang ditarik dari pekerja sosial," paparnya.

Menanggapi sejumlah keluhan tersebut, Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono menyebut akan memberikan beasiswa kepada sejumlah penyandang disabiltas melalui program Kartu Depok Sejahtera (KDS).

Baca juga: Wagiman Alias Pak Roh Tak Menyangka Rumahnya Tetap Utuh dari Sapuan Awan Panas Gunung Semeru

Ia menyebut, Pemkot Depok telah menganggarkan uang sebesar Rp 6 miliar yang difungsikan untuk membantu akses layanan publik ke warga kurang mampu, lansia, dan penyandang disabilitas.

"Untuk santunan kematian, rumah tidak layak huni, bantuan pangan langsung, pelatihan, termasuk juga di dalamya ada beasiswa untuk anak-anaknya baik SD, SMP, SMA dan kedepan termasuk untuk perguruan tinggi," kata Imam saat ditemui di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Wisma Hijau Cimanggis, Depok pada Kamis (9/12/2021).

Imam menyebut, penerima beasiswa sekolah tingkat SD dan SMA akan menerima Rp 2 juta per tahun. Sementara tingkat SMP akan menerima Rp 3 juta per tahun.

"InsyaAllah kedepan akan ada beasiwa untuk masyarakat miskin yang melanjutkan D3 sampai S1," pungkas Imam. 

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved