Luhut Klaim Gagal Mediasi, KontraS Minta Komnas HAM Ambil Alih
Hal itu disampaikan Fatia usai Luhut mengklaim mediasi gagal saat pihaknya tak dapat hadir dalam undangan mediasi pada Senin (15/11/2021).
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti meminta proses mediasi antara pihaknya dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan diserahkan kepada Komnas HAM.
Hal itu disampaikan Fatia usai Luhut mengklaim mediasi gagal saat pihaknya tak dapat hadir dalam undangan mediasi pada Senin (15/11/2021).
"Kami minta Polisi mengalihkan proses mediasi dilakukan oleh Komnas HAM antara Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar dengan Luhut Binsar Panjaitan," kata Fatia dalam keterangannya.
Selain itu, pihak Fatia juga meminta penyidik menjadwalkan ulang mediasi.
Baca juga: Albumnya Belum Rampung Digarap, Raisa Andriani Bersyukur Bisa Raih AMI Awards 2021
Fatia juga mengaku tak takut apabila kasus pencemaran nama baik yang ditudingkannya sampai ke proses peradilan di pengadilan.
Sebab kata Fatia, dalam proses itu pihaknya justru dapat menunjukan bukti-bukti dari konten Youtubenya yang dianggap sebuah fakta di Papua.
"Sebab bukti-bukti yang kami miliki dapat menjadi dokumen pembuktian resmi di Pengadilan. Lewat mekanisme peradilan yang terbuka untuk umum, publik dapat mengetahui situasi riil yang terjadi di Papua," jelasnya.
Apalagi kata Fatia, Luhut selama ini tidak pernah menjawab secara resmi data-data yang mereka paparkan pada kajian cepat Laporan Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua.
Luhut juga belum memberikan pembuktian mengenai tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar.
Baca juga: Sepeda Listrik Luke Ikut Dipamerkan di GIIAS 2021, Dibanderol Rp 35 Juta
Padahal menurutnya, penjelasan itu harus dilakukan demi pendidikan hukum dan politik, bukan hanya bagi warga negara, tetapi juga untuk pejabat publik.
"Langkah pejabat publik yang berhadap-hadapan dengan masyarakat sipil di pengadilan karena masalah kritik tentu merupakan preseden buruk bagi budaya demokrasi," bebernya.
Sebelumnya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pastikan tutup pintu maaf untuk Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidianti.
Hal itu disampaikan Luhut saat mediasi ketiganya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan kembali gagal pada Senin (15/11/2021).
Dalam jadwal mediasi yang ketiga kali itu, Luhut terlihat memenuhi undangan penyidik pada Senin pagi.
Ia tiba di Gedung Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada pukul 09.45 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Luhut-12.jpg)