Sabtu, 11 April 2026

Covid 19 Depok

Ahli Virus Ini Sebut Tes Swab Tidak Bisa Mengetahui Seseorang Terinfeksi Covid-19

Menurutnya, pengecekan tes melalui swab PCR maupun antigen, hanyalah cara untuk menunjukkan terpapar atau tidaknya seseorang terhadap virus Covid-19.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: murtopo
TribunnewsDepok.com/Vini Rizki Amelia
Pakar Virus drh. Mohammad Indro Cahyono saat menjelaskan mengenai virus SARS CoV-2 dalam perayaan Hari Kesehatan Nasional di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Kota Depok, Sabtu (13/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Vini Rizki Amelia

TRIBUNNEWSDEPOK.COM -- Pakar Virus Ini Sebut Tes Swab Tidak Bisa Mengetahui Seseorang Terinfeksi Covid-19

Pakar Virus atau Virologist drh. Mohammad Indro Cahyono mengatakan, prediksi adanya gelombang ketiga dari penyebaran virus Covid-19 di tanah air, hanyalah perkiraan atau ramalan saja bahwa nantinya akan terjadi kenaikan jumlah yang positif.

Menurut pria yang telah meneliti virus sejak 2005 silam, pengecekan tes melalui swab PCR maupun antigen, hanyalah cara untuk menunjukkan terpapar atau tidaknya seseorang terhadap virus asal Wuhan, Tiongkok.

“Hasil Swab berarti kan menunjukkan paparan apa virus yang melekat di hidung kita, sementara sekarang ini kita sudah tahu bagaimana melepaskan virus dari rongga hidung,” paparnya kepada TribunnewsDepok.com di Hotel Bumi Wiyata, Beji, Kota Depok, Sabtu (13/11/2021).

Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan: Terbukti Terima Duit PCR, Saya Resign, Gitu Aja Repot

Sebab, pengujian dari sampel Swab Antigen maupun PCR diambil dari apa yang terpapar di dalam hidung.

Sementara mereka yang terinfeksi dikatakan Indro sudah memiliki virus di dalam tubuhnya.

“Terpapar dengan terinfeksi itu berbeda, kalau terpapar itu virusnya masih ada di hidung sedangkan kalau terinfeksi itu artinya virus sudah masuk ke dalam tubuh, tidak lagi ada di hidung,” katanya.

Untuk menghilangkan paparan, pria yang bekerja di sebuah laboratorium untuk mengamati virus ini mengatakan, cara yang bisa dilakukan adalah dengan mencuci hidung menggunakan garam non yodium sebanyak satu persen.

Di mana car aini bisa dilakukan dengan mudah oleh masyarakat di rumah dengan menyematkan satu sendok garam laut ke dalam satu liter air.

Baca juga: Kemenkes Tetapkan Harga Terbaru Tes Swab PCR, Diturunkan Jadi Rp 275 Ribu untuk Pulau Jawa

“Dilakukan secara rutin setiap kali kita rutinitas, pulang ke rumah kita cuci hidung. Maka nanti kalau virusnya lepas atau tidak ada yang menempel, begitu kita di swab maka tidak jadi positif, dan (menghilangkan paparan) itu mudah sekali dilakukan,” katanya.

Cara tersebut dikatakan Indro adalah untuk sektor publik atau masyarakatnya, sedangkan dari sektor diagnostiknya, Indro mengatakan bila ingin secara nyata melihat apakah hasil uji tes berhubungan dengan penyakit atau tidak.

Mulai mengubah pengambilan sampelnya atau ujinya, menurutnya, tes PCR tidak salah karena hal itu hanyalah alat saja yang akan memberikan hasil sesuai dengan apa yang dimasukan.

Jika mau melihat penyakitnya, lanjut Indro, maka harus mengambil sampel bukan dari tes Swab baik antigen maupun PCR, melainkan dari dahak atau ludah.

Baca juga: Cegah Cluster PTMT Depok, Sekolah Diingatkan Taati Prosedur dan Swab Antigen Acak

“Karena yang ditakutkan itu kan penyakitnya bukan paparannya, kalau paparan semua orang bisa terpapar, mau yang sudah vaksin ataupun tidak, pasti terpapar. Kalau ludah bisa membaca, kalau positif berarti orang itu sudah terinfeksi, sudah sakit,” akunya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved