Dies Natalis UKI ke-68, Ini Harapan Ketua BK PTKI Prof Nindyo Pramono

Universitas Kristen Indonesia (UKI) merayakan Dies Natalis UKI ke-68 pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis UKI ke-68 pada tanggal 15 Oktober 2021, yang diselenggarakan secara daring dan luring di Auditorium Grha William Soeryadjaya , UKI Cawang. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Universitas Kristen Indonesia (UKI) merayakan Dies Natalis UKI ke-68 pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, mengatakan Dies Natalis UKI ke- 68 bersamaan dengan UKI menjadi tuan rumah penyelenggaraan  Rapat Tahunan Badan Kerja sama Perguruan Tinggi Kristen di Indonesia (BK-PTKI) yang dilaksanakan tanggal 15 – 16 Oktober 2021.

“Dies Natalis UKI mengambil tema Kemandirian dan Optimalisasi Kerja Sama UKI dalam Menyongsong Internasionalisasi Perguruan Tinggi," kata Dhaniswara, dalam keterangan tertulis Minggu (17/10/2021).

Dia menjelaskan tema ini dipilih dalam semangat meningkatkan kerja sama UKI secara nasional dan internasional, salah satunya dengan BK PTKI.

Baca juga: Dies Natalis ke-68 UKI, Ketum Kadin Arsjad Rasjid Sebut Digitalisasi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

"Pemilihan tema tentang kerja sama dan internasionalisasi merupakan respon terhadap tuntutan perguruan tinggi menghasilkan capaian yang berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa, negara dan masyarakat internasional dalam semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” ujarnya.

Ketua Badan Kerja sama Perguruan Tinggi Kristen Indonesia (BK-PTKI), Prof. Dr. Nindyo Pramono, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, kemudahan dan kemajuan bagi masyarakat, bangsa dan negara.

"Perguruan Tinggi Kristiani harus memiliki visi dan misi sebagai pencetak SDM Unggul dan berkarakter seperti Kristus," ungkapnya.

Dia menambahkan relevansi pendidikan tinggi di tengah disrupsi dunia tampaknya perlu mendapat perhatian serius.

Baca juga: UI Depok Menuju Entrepreneurial University Butuh Sinergitas Seluruh Civitas Akademika

"Ketika Indonesia mulai memperkenalkan ‘Merdeka Belajar’ di tengah dunia pendidikan, pandemi justru semakin mempercepat transformasi teknologi digital industri pendidikan," tutur Nindyo. Menurut dia, Perguruan Tinggi Kristen tidak cukup hanya bertahan di tengah disrupsi, tetapi terus berjuang untuk tetap relevan dengan zaman.

Perguruan tinggi Kristen harus menjadi garam dan terang dunia," paparnya.

Prof. Nindyo Pramono menjelaskan dunia mengalami disrupsi ganda yang disebabkan oleh perkembangan teknologi digital dan pandemi Covid 19.

Hal ini membuat persaingan di sektor pendidikan bukan lagi antar perguruan tinggi, melainkan perguruan tinggi dengan pelaku industri edutech.

“Pendidikan tinggi Kristen menyikapi perubahan dunia yang sangat masif serta tetap relevan terhadap perkembangan jaman," tegasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved