Cilodong Depok
Harga Telur Turun, Peternak Ayam di Cilodong Depok Cuma Bisa Pasrah
H. Nisar mengatakan, harga telur di pasaran yang terus anjlok di angka Rp 16.000 per kg membuat dia merugi.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: murtopo
Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, Mochammad Dipa
TRIBUNNEWSDEPOK.COM - Harga telur ayam terus merosot belakangan ini. Di saat yang sama, harga pakan ayam tidak mengalami penurunan. Hal itu membuat para peternak ayam jenis petelur di kian mengeluh.
Salah satu peternak ayam petelur di Kawasan Cilodong Depok , H. Nisar mengatakan, harga telur di pasaran yang terus anjlok di angka Rp 16.000 per kg membuat dia merugi karena harus menanggung biaya pakan ayam petelurnya sebanyak 600 ekor.
"Harga pakan ayam sekarang Rp 6.300 per kg nya. Sehari saya abiskan pakan sebanyak 60 kg. Sementara sehari hasilkan telur palingan sekitar 20 kg. Saya jual Rp 16.000 per kg langsung ke penjual telur. Ya kalau dihitung malah nombok saya," ucap Nisar kepada TribunnewsDepok.com, Minggu (10/10).
Dengan kondisi seperti itu Nisar hanya bisa pasrah, dan berharap kondisi harga telir kembali stabil di angka Rp 20.000 per kg.
Baca juga: Rintis Usaha Batik Lokal Depok, Ini Kisah Perjuangan Suharno
"Kalau mau stabil ya, paling nggak dengan harga pakan segitu, harga telurnya Rp 20.000 per kg," ucapnya.
Menurut Nisar, kualitas dan kuantitas pakan ayam tidak bisa ia turunkan, karena akan berpengaruh terhadap telur yang dihasilkan oleh ayam petelur.
"Per ayam itu 1 ons pakannya. Kalau kita kasih pakan kurang dari 1 ons per ayam, ayamnya kurus jadi susah nelor. Begitu juga kalau kita ganti pakannya dari yang biasa kita kasih, nggak mau dimakan," ucapnya.
Meski harga telur murah, menurut Nisar, justru permintaan telur berkurang. Ia menyebutkan, biasanya satu peti telur bisa langsung habis terjual dalam sehari.
Baca juga: UMKM Kota Depok, Rasa Dewa, Oleh-oleh Asli Depok Terbuat dari Olahan Belimbing Dewa
Tapi semenjak harga telur anjlok, dirinya bahkan menyimpan banyak stok telur yang belum terjual.
"Semenjak harga anjlok, satu peti aja kadang nggak ada yang ngambil bahkan saya bisa simpan stok sampai 10 peti. Tapi kalau harga telur lagi mahal ayam belum nelur aja udah banyak yang pesen," ucapnya.
Sementara itu, penjual telur di Pasar Agung, Jalan Proklamasi, Depok, Ari Margono mengatakan untuk saat ini harga telur sudah mulai ada peningkatan. Harga telur yang ia jual sekarang sudah diangka Rp 19.000 per kg.
Menurut Ari, sebelumnya harga telur di tingkat peternak diangka Rp 13.000 per kg, sehingga banyak orang yang menjual telur dipinggir jalan dengan harga obral Rp 16.000 per kg.
Baca juga: Belimbing Dewa Depok Tak Kenal Musim, Mudah Ditanam dan Cepat Berbuah
"Kalau pedagang sih bisa ambil untung, yang kasian peternak karena ia harus ngikutin harga pasaran telur," ujar Ari.
Menurut Ari, banyaknya penjual telur di pinggir jalan dengan harga yang murah, menjadi salah satu penyebab harga telur ikut turun.
"Sekarang jadi banyaknbanget yang jualan telur di pinggir jalan kasih harga obral. Itu juga salah satu penyebabnya harga jual telur anjlok," ungkapnya. (dip)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Kandang-peternakan-ayam-petelur-di-kawasan-Cilodong-Depok-milik-HNisar.jpg)