Kota Depok Akan Jalankan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Senin 4 Oktober
Berdasarkan evaluasi dari simulasi pembelajaran tatap muka terbatas yang berlangsung di sejumlah sekolah pada pekan ini, hasilnya berjalan lancar
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mochammad Dipa
TRIBUNNEWSDEPOK.COM - Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Muhammad Yusuf mengatakan, berdasarkan evaluasi dari simulasi pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) yang berlangsung di sejumlah sekolah pada pekan ini, hasilnya berjalan dengan lancar.
"Evaluasinya dari secara hasil memang cukup memuaskan dan pihak sekolah juga telah memenuhi syarat prokes dan berjalan dengan baik dan lancar. Jadi, untuk PTMT 4 Oktober ini, Insya Allah berdasarkan pemantauan hasil dilapangan setiap sekolah nantinya sudah langsung melaksanakannya. Semua sekolah SD, SMP dan SMA," ungkap Yusuf kepada Wartakotalive.com, Jumat (1/10).
Menurut Yusuf, total sebanyak 252 SMP di Kota Depok sudah siap melakukan PTMT yang akan dimulai pada Senin (4/10) mendatang.
Baca juga: Persiapan SDN Anyelir 1 untuk Menjalani Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kota Depok Sudah Matang
Menurutnya, untuk teknis pelaksanaan PTMT di SMP akan mengikuti aturan seperti yang tertuang dalam Peraturan Walikota Depok Nomor 66 tahun 2021.
"Teknis pelaksanaan PTMT sama seperti yang tertuang dalam Perwal No 66, yakni hanya dua hari dalam seminggu dan durasi dua jam saja," ujar Yusuf.
Untuk jumlah siswa, lanjutnya, maksimal satu kelas berisi 20 orang. Satu hari untuk satu level kelas saja.
"Contoh, Senin hanya kelas 7 saja dibagi dua sesi, satu sesi dua jam. Kita mulai sesi satu dari jam 7-9, lanjut sesi dua dari jam 10-12," ungkap Yusuf.
Baca juga: Wali Kota Depok Mohammad Idris Berharap Siswa TK dan SD Bisa Ikut Menggelar Pembelajaran Tatap Muka
Ia menambahkan, untuk mengatur jadwal siswa yang melaksanakan PTMT, sepenuhnya diserahkan kepada pihak sekolah.
"Bisa gunakan sistem absen ganjil genap boleh atau langsung dipotong absennya setengah juga bisa," ucapnya.
Begitupun juga untuk jadwal mata pelajaran akan diserahkan sepenuhnya oleh sekolah.
"Yang mengatur jadwal mata pelajaran itu sekolah karena karakteristik sekolah beda-beda, makannya jadwal biar sekolah yang mengatur, kami (disdik) menghitung secara umum saja bahwa dua jam sekolah, masuknya dua hari dalam seminggu. Misalnya Senin sama Kamis untuk kelas 7, lalu misalnya kelas 8 Rabu dan Sabtu, kemudian kelas 9 ada yang Selasa dan Jumat," ucapnya.
Dari sisi vaksinasi, lanjut Yusuf, angka persentase siswa SMP di Kota Depok yang sudah divaksin mendekati angka 90 persen.
Meski demikian, masih ada juga orang tua siswa yang nggak mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTMT.
"Jadi sekolah melayani dua cara, yang online sama yang tatap muka di sekolah," ucapnya.
Baca juga: Tunggu Evaluasi, Pemkot Depok Belum Putuskan Kebijakan Soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Imam-Budi-Hartono-meninjau-kegiatan-uji-coba-PTMT-di-SMP-Negeri-2-Depok.jpg)