Pancoran Mas
Belimbing Dewa Depok Tak Kenal Musim, Mudah Ditanam dan Cepat Berbuah
Penanaman belimbing dewa Depok terbilang mudah karena pohon tersebut cocok untuk ditanam di tanah mana pun.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: murtopo
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mochammad Dipa
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS - Ketua Asosiasi Belimbing di Kelompok Tani Kalilicin di Kecamatan Pancoran Mas Depok Nanang Yusuf membagi pengalamannya tentang budidaya belimbing.
Seperti diketahui belimbing menjadi produk unggulan Kota Depok, bahkan belimbing juga menjadi ikon dari Kota Depok.
Prospek bisnis budidaya buah belimbing yang merupakan ikon dari Kota Depok ini juga semakin baik.
Ketika ditemui Tribunnewsdepok.com dan Wartakotalive.com, di kebun belimbing miliknya di Jalan Belimbing Dewa Kecamatan Beji Depok, Jumat (17/9), Nanang Yusuf menyebutkan, di kota Depok ini terdapat 25 kelompok tani belimbing yang tersebar di 10 kecamatan di Kota Depok.
Baca juga: Terbatas Lahan Tanam, Nanang Sukses Budidaya Belimbing Dewa Beromset Ratusan Juta Rupiah
Adapun rata-rata per kelompok beranggotakan 20 petani belimbing. Artinya ada 500 petani belimbing di Depok yang masih bertahan.
"Mereka rata-rata punya lahan kebun belimbing antara 1.000-2.000 meter persegi bahkan yang diatas itu ada, tapi jarang yang punya lahan diatas 1 hektar," ucapnya.
Dengan lahan perkebunan belimbing yang makin terbatas, para petani belimbing termasuk dirinya melakukan strategi berupa meningkatkan produktifitas belimbing.
"Misalnya dulu 1 pohon itu bisa menghasilkan 100 kg belimbing sekarang bahkan bisa 200 kg per pohon," ujarnya.
Baca juga: Komunitas Ciliwung Depok, Andalkan Donasi untuk Dana Kegiatan Konservasi Kelestarian Alam
Selain itu, petani belimbing juga terus meningkatkan kualitas belimbing dewa dari segi rasa, bobot, dan tampilan warna dengan cara pemupukan, dan perawatan pohon belimbing secara baik.
Dan strategi selanjutnya adalah kontinuitas panen belimbing.
"Sebenarnya belimbing dewa ini nggak ada musim, setiap waktu tanaman itu ada buahnya, makannya ada yang sedang panen, bungkus dan lagi berbunga," ucapnya.
Penanaman belimbing dewa Depok terbilang mudah karena pohon tersebut cocok untuk ditanam di tanah mana pun. Tanaman belimbing juga dinilai tahan terhadap penyakit hama.
Pohon belimbing jika ditanam di pekarangan tidak merusak struktur bangunan. Pohon tersebut juga banyak menyerap air.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Kondisi Basecamp Komunitas Ciliwung Depok Tampak Sepi, Pengunjung Dibatasi
Selain mudah perawatannya, pohon ini juga menghasilkan banyak oksigen yang membuat perkebunan belimbing Pak Nanang terasa begitu sejuk dan udaranya bersih.
Buah yang dihasilkan dari belimbing ini juga banyak, bayangkan dalam satu pohon saja dapat memproduksi buah belimbing dari batang hingga ranting.
"Berbuahnya di setiap batang dari pangkal akar sampai ujung ranting itu dia ada buahnya, kalau rambutan kan hanya di ujung saja, ini tanaman ekonomis untuk masyarakat perkotaan," ujar Nanang.
Prospek makin bagus
Nanang Yusuf juga mengatakan bahwa prospek bisnis budidaya buah belimbing yang merupakan ikon dari Kota Depok ini justru semakin baik.
"Prospeknya semakin kesini semakin bagus, karena kesadaran masyarakat kita akan konsumsi buah juga makin banyak otomatis prospeknya makin bagus," sebutnya.
Pria yang biasa dipanggil dengan pak Nanang ini memiliki kebun belimbing seluas 2.000 meter persegi dengan jumlah pohon belimbing mencapai 50 pohon.
Ia menyebutkan, sekali periode masa panen yakni setiap empat bulan, rata-rata kebun belimbing miliknya ini bisa menghasilkan belimbing dewa sebanyak 200 kg per pohon.
"Di lahan ini saya punya 50 pohon belimbing, rata-rata bisa berbuah sampai 200 kg per pohon, karena saya punya 50 pohon jadi 50 dikali 200 kg berarti 10.000 kg atau 10 ton sekali periode panen," ucapnya.
Baca juga: Jalur Puncak 2 Diyakini Bisa Kurangi Kemacetan di Kawasan Puncak
Lalu berapa omset yang diperoleh Nanang dari penjualan belimbing dewa yang dihasilkan dari kebun miliknya?
"Kalau 10 ton dikali harga rata-rata per buah itu Rp 10.000 bisa mencapai Rp 100 juta per musim, tapi itu belum dipotong biaya operasional seperti beli bungkus belimbing, bayar tenaga pembungkus, beli pupuk dan obat-obatan tanaman," ucapnya.
Nanang mengatakan, hasil panen belimbing dewa ini ia kirim ke pasar-pasar modern seperti supermarket, toko buah, hingga pasar induk yang ada di Jabodetabek, serta ke para pelaku UKM olahan makanan dan minuman dari belimbing.
"Kita juga kirim ke pengepul, pedagang kaki lima, lapak-lapak buah yang ada di Depok serta kerja sama dengan para UKM olahan seperti sirup, keripik, jus dari buah belimbing dewa," ungkapnya.
Meski lahan perkebunan belimbing semakin terbatas di Kota Depok karena banyak dipakai untuk pembangunan properti atau infrastruktur lainnya, namun masih banyak oara petani buah belimbing yang masih eksis hingha saat ini. (dip)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Nanang-Yusuf-menunjukkan-belimbing-dewa-kepada-Wartakotalivecom.jpg)