Kamis, 11 Juni 2026

Depok Hari Ini

Dua Pelajar SMK Depok Sukses 'Bobol' Sistem Keamanan NASA, Dapat Pengakuan Resmi

Dua Pelajar SMK Depok Sukses 'Bobol' Sistem NASA, Langsung Dapat Penghargaan Internasional

Tayang:
Editor: Hironimus Rama
TribunnewsDepok.com
Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda, siswa kelas 11 Teknis Komputer Jaringan (TKJ) dua pelajar SMK Taruna Bhakti. (Foto:Diskominfo Depok). 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, PANCORAN MAS – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok, hadiah istimewa datang dari dunia pendidikan. 

Dua siswa SMK Taruna Bhakti berhasil menorehkan prestasi membanggakan hingga tingkat internasional.

Mereka berhasil menemukan celah keamanan (vulnerability) pada sistem digital milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, dan mendapatkan pengakuan resmi dari lembaga tersebut.

Baca juga: Tersebar di 63 Kelurahan, Menteri PPPA Arifah Fauzi Launching Rumah Bersama Indonesia Kota Depok 

Kedua siswa berbakat tersebut adalah Rakha Hayya Ilhamsyah dan Balqis Amanda, yang kini duduk di bangku kelas 11 jurusan Teknis Komputer Jaringan (TKJ).
 
Rakha menceritakan, perjalanannya masuk ke dunia cyber security bermula dari keisengan dan ketertarikan pribadi.
 
“Awalnya iseng-iseng. Terus mulai tertarik karena saudaranya teman pernah juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Dari situ kita mulai kenal bug hunting sama penetration testing, ya awal masuk ke dunia cyber,” kata Rakha seperti dikutip dari berita.depo.go.id, Minggu (26/4/2026).
 
Sementara itu, Balqis menambahkan bahwa mereka tergerak untuk mengikuti program bug hunting setelah melihat perkembangan di daerah lain.
 
“Kita ikut lewat platform resmi. Awalnya juga diajak. Di daerah lain seperti Lampung, Pekanbaru, bahkan Surabaya sudah ada, tapi di Depok belum,” katanya.
 
 Dalam praktiknya, mereka melakukan pemindaian (scanning) terhadap berbagai aset digital, termasuk domain milik NASA, untuk mencari potensi kerentanan.
 
“Kita scanning domain, cari link eksternal yang sudah mati tapi masih tercantum. Itu berisiko karena bisa diambil alih hacker dan disalahgunakan,” jelas Rakha.
 
 Setelah menemukan celah tersebut, mereka melaporkannya melalui platform resmi seperti Bugcrowd dan HackerOne. Proses verifikasi ini tidak instan dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
 
“Setelah submit, dicek dulu sama platform. Kalau valid baru diteruskan ke NASA,” ungkap Balqis.
 
 Proses validasi ini bisa memakan waktu hingga 90 hari tergantung tingkat kerumitan kasus. Jika dinyatakan valid, mereka berhak mendapatkan penghargaan berupa sertifikat atau letter of recognition.
 
“Kalau valid biasanya dapat semacam pengakuan atau letter of recognition,” tambahnya.
 
 Menariknya, keahlian mendalam di bidang cyber security ini tidak sepenuhnya didapat dari kurikulum sekolah, melainkan hasil belajar mandiri atau otodidak. Meski begitu, dukungan dari sekolah sangat besar bagi mereka.
 

“Kebetulan sekolah kami sangat mendukung apa yang kami lakukan. Sekolah juga mengajarkan kami basic-basic networkingnya,” kata Rakha.
 
 Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas dan mentor yang telah membimbing mereka.
 
"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman dan instruktur dari spectrasec.id, terutama kakak Musa Hamongan Lubis, yang merupakan top 1 di Leaderboard Hacker Komdigi," ungkap Balqis.
 
 Ke depan, Rakha dan Balqis bertekad untuk terus mendalami dunia teknologi. Mereka menargetkan untuk melanjutkan studi di kampus-kampus ternama seperti ITS, IPB, ITB, UI, hingga UGM dengan fokus utama pada bidang cyber security.
 
“Pengennya bisa lanjut kuliah dan mendalami cyber security lebih serius,” tutup Balqis.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved